Bursa Asia Reaksi Positif Terhadap Penurunan Harga Minyak, Indeks Korsel Tertinggi di Pasar Global

Bursa Asia-Pasifik menunjukkan tanda-tanda pemulihan saat perdagangan dibuka pada Kamis, 5 Maret 2026. Indeks Kospi dari Korea Selatan menjadi pemimpin dalam rebound ini, didorong oleh lonjakan pada saham-saham unggulan dan penguatan nilai tukar Won.
Setelah beberapa hari mengalami penurunan tajam akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, indeks-indeks utama di kawasan Asia mulai bangkit kembali. Perbaikan sentimen pasar ini sebagian besar dipicu oleh kenaikan yang terlihat di Wall Street pada hari sebelumnya, serta meredanya kekhawatiran akan lonjakan harga minyak yang sebelumnya membayangi pasar.
Hari ini, indeks mencatat kenaikan lebih dari 12 persen, berhasil mengurangi kerugian yang terjadi sebelumnya. Indeks Kosdaq, yang berisi saham-saham perusahaan berkapitalisasi kecil, juga menunjukkan performa yang baik dengan kenaikan lebih dari 11 persen.
Saham SK Hynix mengalami lonjakan signifikan sebesar 15 persen, diikuti oleh kenaikan saham Samsung Electronics yang meningkat sebesar 14 persen. Pada saat yang sama, nilai tukar Won Korea Selatan menguat 0,14 persen terhadap dolar AS, mencapai level 1.460,60.
“Aksi jual pada bursa sebelumnya terutama disebabkan oleh risiko yang terkait dengan kenaikan harga minyak akibat perkembangan geopolitik yang terus berubah,” ungkap Raisah Rasid, Ahli Strategi Pasar Global dari JPMorgan Asset Management, yang dikutip dari CNBC Internasional pada Kamis, 5 Maret 2026.
Indeks Nikkei 225 di Jepang juga mencatatkan lonjakan sebesar 4 persen setelah mengalami penurunan 3 persen pada sesi sebelumnya. Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 di Australia mengalami peningkatan sebesar 0,38 persen.
Indeks Hang Seng di Hong Kong bergerak naik ke level 25.534, meningkat dari posisi sebelumnya di 25.249,48.
Di bursa saham AS, saham-saham terus mengalami kenaikan, melanjutkan momentum positif yang terlihat di akhir sesi sebelumnya. Hal ini terjadi setelah kekhawatiran terkait lonjakan harga minyak mulai mereda, serta isu-isu terkait pertumbuhan ekonomi AS yang semakin berkurang.
Saham-saham di sektor teknologi menjadi pendorong utama bagi pasar secara keseluruhan, khususnya saham-saham di sektor chip. Saham Micro Technology dan Advanced Micro Devices masing-masing mencatatkan kemajuan lebih dari 5 persen, sedangkan saham Broadcom dan Nvidia juga mengalami kenaikan lebih dari 1 persen.
Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat sebanyak 238,14 poin atau setara dengan 0,49 persen, mencapai 48.739,41. Indeks yang meliputi 30 saham ini berhasil mengakhiri penurunan selama tiga hari berturut-turut.
Indeks S&P 500 juga menunjukkan kinerja yang positif dengan peningkatan sebesar 0,78 persen, ditutup pada level 6.869,50. Sementara itu, Nasdaq Composite terbang tinggi dengan lonjakan 1,29 persen menjadi 22.807,48.
➡️ Baca Juga: Cara Reschedule Tiket Kereta Cepat Whoosh Bandung-Jakarta
➡️ Baca Juga: Polisi Soroti TPS Rawan pada PSU Serang



