Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu part4

5 cara turun kan wild mahjong ways banjir runtuhan tanpa putus part4

Strategi mahjong ways agar selalu gacor saat jam ramai menurut mbg

Cara jebol maxwin gates of olympus dengan pola terbaru dari pendemo mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus jade treasure adventure dengan sensasi baru

Mahjong Ways tawarkan bagi-bagi bonus dragon pearl prosperity dengan sensasi premium

Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus zeus fortress dengan hadiah spesial

Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus zeus glory path dengan bonus menarik

Pragmatic Play berikan bagi-bagi bonus dragon crown fortune dengan peluang menarik

Mahjong Ways berikan bagi-bagi bonus dragon wealth festival dengan hadiah premium

Slot online kekinian hadirkan bonus burst event dengan algoritma cerdas

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus festival harta berkilau dengan sensasi modern

Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus zeus majesty dengan nilai fantastis

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus dragon power dengan kejutan maksimal

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling akurat

PGSoft hadirkan bagi-bagi bonus star wealth celebration dengan hadiah beruntun

journals.unisba.ac.id

journals.unisba.ac.id

journals.unisba.ac.id

journals.unisba.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

depo 10k depo 10k
bisnis

BPS Laporan: Nilai Tukar Petani Turun 0,08 Persen pada Maret 2026

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono, mengumumkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) nasional untuk bulan Maret 2026 tercatat pada angka 125,35. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,08 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu Februari 2026.

Ateng menjelaskan bahwa penurunan NTP ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima oleh petani (It) yang mencapai 0,33 persen. Namun, angka ini lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar oleh petani (Ib) yang naik sebesar 0,41 persen.

Dalam telekonferensi pers yang berlangsung pada Rabu, 1 April 2026, Ateng juga melaporkan adanya kenaikan harga beras yang terjadi di berbagai tingkat distribusi. Di tingkat penggilingan, harga beras meningkat sebesar 0,54 persen, di tingkat grosir naik 0,96 persen, dan di tingkat eceran mengalami kenaikan sebesar 0,65 persen secara month-to-month (mtm).

Sebelumnya, Ateng juga menginformasikan bahwa inflasi untuk bulan Maret 2026 tercatat sebesar 0,41 persen secara bulanan, yang berarti ada kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 110,50 pada bulan Februari 2026 menjadi 110,95 pada bulan Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa angka inflasi bulan Maret 2026 ini lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang mencatat inflasi sebesar 1,65 persen. Sementara untuk inflasi tahun kalender, angkanya berada di level 0,94 persen.

Kelompok pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi bulanan adalah makanan, minuman, dan tembakau, dengan inflasi mencapai 1,07 persen. Kontribusi inflasi dari kelompok ini sebesar 0,32 persen.

Ateng juga merinci komoditas yang paling berpengaruh terhadap inflasi dalam kelompok tersebut. Di antara komoditas yang dominan adalah ikan segar, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, dan daging sapi.

Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang masih memberikan kontribusi deflasi pada bulan Maret 2026, di antaranya tarif angkutan udara dan emas perhiasan, yang masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,03 persen.

Lebih lanjut, Ateng menjelaskan bahwa inflasi bulan Maret 2026 didorong terutama oleh inflasi komponen bergejolak, yang memberikan kontribusi inflasi sebesar 0,27 persen. Komoditas yang paling berperan dalam kontribusi inflasi ini antara lain daging ayam ras, beras, telur ayam ras, cabai rawit, dan daging sapi.

Komponen inti juga memberikan andil terhadap inflasi, dengan kontribusi sebesar 0,08 persen. Di antara komoditas yang dominan memberikan andil pada kelompok ini adalah minyak goreng dan nasi dengan lauk.

    ➡️ Baca Juga: Trik Hemat Kuota: Aktifkan ‘Data Saver’ Tersembunyi di Android 14 & Kurangi Penggunaan Hingga 30%

    ➡️ Baca Juga: Dokter Peringatkan Potensi Lonjakan Penyakit Pernapasan

    Related Articles

    Back to top button