KBPP Polri Tegaskan Kapolri Harus Tindak Tegas Oknum Bermasalah Tanpa Kompromi

Ketua Umum Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri periode 2015-2021, AH. Bimo Suryono, menyatakan bahwa Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menunjukkan sikap yang adil dalam memberikan penghargaan maupun sanksi kepada para anggotanya.
Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat menyaksikan dua insiden yang mencerminkan dedikasi aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di lapangan.
Kedua insiden tersebut, meskipun terjadi dalam konteks yang berbeda, memberikan refleksi yang penting mengenai profesionalisme, keberanian, dan integritas yang dimiliki oleh anggota Polri.
Insiden pertama, dijelaskan Bimo, terjadi ketika anggota kepolisian mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa di depan Mabes Polri di Trunojoyo, Jakarta Selatan.
“Dalam suasana yang penuh tekanan, emosi, dan ketegangan, sejumlah personel kepolisian tetap tenang menghadapi berbagai cacian, bentakan, bahkan kata-kata kasar dari para demonstran,” ungkap Bimo dalam pernyataan tertulisnya pada Rabu, 4 Maret 2026.
Sikap menahan diri dari anggota kepolisian tersebut langsung mendapatkan perhatian dan pujian dari Kapolri. Menurutnya, kemampuan anggota untuk tidak terpancing provokasi menunjukkan kedewasaan dalam melaksanakan tugas sebagai pelindung masyarakat.
“Apresiasi Kapolri terhadap anggotanya yang bertugas merupakan langkah tepat sebagai pimpinan, diharapkan hal ini dapat menjadi teladan bagi anggota lainnya dalam mengamankan aksi unjuk rasa secara humanis,” jelasnya.
Insiden kedua, menurut Bimo, melibatkan Kapolres Tual, Maluku, yang memimpin pengamanan secara langsung bersama anggotanya, namun menjadi korban serangan dari demonstran.
Sebuah anak panah mengenai kaki Kapolres Tual. Menariknya, meski dalam kondisi terluka, Kapolres Tual tetap berada di garis depan dan terus memimpin anggotanya untuk mengawal unjuk rasa hingga situasi berhasil dikendalikan.
“Peristiwa ini mengingatkan kita bahwa tugas kepolisian bukan hanya menghadapi kritik atau tekanan sosial, tetapi sering kali juga melibatkan ancaman keselamatan yang nyata,” tuturnya.
Di tengah dedikasi yang ditunjukkan oleh banyak anggota, Bimo juga merujuk pada kasus yang melibatkan anggota Polri dalam dugaan keterlibatan dengan jaringan narkoba di wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurutnya, hal ini menjadi tamparan bagi institusi yang selama ini berada di garda terdepan dalam pemberantasan narkoba.
“Insiden tersebut memperlihatkan bahwa dalam institusi besar seperti Polri, selalu ada dua sisi yang berjalan bersamaan; pengabdian tulus dari mayoritas anggota, dan penyimpangan yang dilakukan oleh segelintir oknum,” ujarnya.
➡️ Baca Juga: Nelangsa Mitra Dapur MBG Tak Dibayar Yayasan
➡️ Baca Juga: Samsung vs Pixel UI: Siapa Pemenang Pertarungan Bloatware 2024?




