SUV Baru Ini Diuji Tabrak Secara Rahasia, Teknologi Canggihnya Sangat Mengagumkan

Kolaborasi antara Chery dan Jaguar Land Rover kembali menjadi sorotan. Menjelang peluncuran resminya yang dijadwalkan pada 31 Maret 2026, model terbaru yang dikenal dengan nama Freelander SUV terlihat sedang menjalani uji tabrak di fasilitas pengujian di China.
Kehadiran Freelander terbaru ini memang menarik perhatian, terutama karena nama tersebut sebelumnya telah menjadi simbol dari lini SUV kompak milik Land Rover. Kini, nama Freelander dihidupkan kembali sebagai sebuah entitas yang terpisah dan tidak lagi menjadi bagian dari strategi brand “House of Brands” Jaguar Land Rover, yang mencakup model-model seperti Range Rover, Defender, dan Discovery.
Dari foto-foto yang beredar mengenai uji tabrak ini, terlihat bahwa kendaraan tersebut dilabeli dengan “Chery Auto” dan “C-NCAP”. Kerusakan yang terjadi pada bagian samping kendaraan menunjukkan bahwa uji tabrak ini merupakan jenis side pole impact, yang bertujuan untuk mengukur seberapa baik perlindungan struktur bodi kendaraan terhadap benturan dari samping.
Secara keseluruhan, penampilan Freelander terbaru tetap mencerminkan karakteristik SUV khas Land Rover dengan desain yang mengotak. Siluetnya mengingatkan pada model Land Rover Discovery, namun dengan sentuhan modern yang terlihat pada lampu depan berbentuk persegi, gril tertutup, dan kap mesin model clamshell. Identitas “Freelander” juga ditampilkan secara jelas pada bagian depan dan belakang kendaraan.
Dalam hal teknologi, SUV ini memperlihatkan pendekatan yang sangat inovatif. Terlihat adanya modul LiDAR yang terpasang di bagian depan dan belakang, yang menandakan kesiapan sistem bantuan pengemudi tingkat lanjut. Fitur ini akan didukung oleh teknologi ADAS Level 2+ yang dikembangkan bekerja sama dengan Huawei.
Di dalam kabin, Freelander akan hadir dengan konfigurasi enam penumpang (2+2+2). Interiornya dilengkapi dengan layar panjang yang membentang di bawah kaca depan dan layar tengah berukuran besar yang tampak melayang. Sistem infotainment dan panel digitalnya akan didukung oleh chip dari Qualcomm, meningkatkan pengalaman pengguna.
Lebih lanjut, penggunaan baterai dari CATL menjadi salah satu keunggulan utama, mengingat reputasi perusahaan tersebut dalam menyediakan baterai dengan kepadatan energi tinggi dan standar keselamatan yang sangat baik. Fitur-fitur tambahan yang disematkan termasuk pengisian daya nirkabel ganda, ruang penyimpanan yang luas, dan kursi baris kedua dengan fungsi “zero gravity”.
Untuk sektor mesin, Freelander akan ditawarkan dalam dua pilihan, yakni Battery Electric Vehicle (BEV) dan Extended Range Electric Vehicle (EREV). Khusus untuk varian listrik murni, kabar menyebutkan bahwa kendaraan ini akan menggunakan sistem tegangan tinggi 800V, yang memungkinkan pengisian daya lebih cepat. Semua varian juga akan mengusung sistem penggerak semua roda (AWD), memberikan performa yang lebih handal di berbagai kondisi jalan.
➡️ Baca Juga: Analisis Gaya Serangan Balik dalam Sepak Bola Modern yang Efektif dan Mematikan
➡️ Baca Juga: Mengapa Semua Orang Membicarakan Selebriti Sekarang?




