Mojtaba Khamenei Nyatakan Gencatan Senjata Bukan Akhir dari Konflik yang Berlanjut

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, telah mengeluarkan perintah kepada seluruh angkatan bersenjata Iran untuk menghentikan semua aktivitas militer setelah disepakatinya gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat. Namun, pernyataan dari Teheran menegaskan bahwa ini bukanlah penanda berakhirnya konflik yang berkepanjangan.
“Ini bukanlah akhir dari perang, tetapi setiap cabang militer diwajibkan untuk mematuhi perintah Pemimpin Tertinggi dan menghentikan semua tembakan,” ujar Mojtaba dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun televisi nasional Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), sebagaimana dilaporkan pada Rabu, 8 April 2026.
Walaupun perintah dari Mojtaba telah dikeluarkan, Iran menegaskan bahwa gencatan senjata ini tidak berarti bahwa perang telah berakhir. Mereka tetap pada posisi waspada dan siap untuk melakukan serangan jika terjadi tindakan agresif dari musuh, terutama Amerika Serikat atau Israel.
“Ditekankan bahwa ini bukanlah akhir dari perang… Tangan kami tetap di pemicu, dan jika musuh melakukan kesalahan sekecil apa pun, kami akan merespons dengan kekuatan penuh,” demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran setelah pengumuman mengenai gencatan senjata tersebut.
Sebagai respon terhadap situasi yang tegang ini, Iran juga mengajukan proposal yang terdiri dari sepuluh poin.
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran, yang mengakibatkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei pada hari pertama konflik. Dalam 39 hari terakhir, banyak nyawa yang melayang di berbagai negara akibat dampak dari konflik ini.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyampaikan rasa terima kasihnya kepada rakyat Iran atas pengorbanan yang telah mereka lakukan selama periode sulit ini.
“Sekarang kami menyampaikan kabar baik kepada bangsa besar Iran bahwa hampir semua tujuan perang telah tercapai, dan para pejuang kami telah membawa musuh ke titik ketidakberdayaan yang historis dan kekalahan yang abadi,” ungkap Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Sebelumnya, Amerika Serikat mengajukan proposal yang terdiri dari 15 poin untuk mencapai gencatan senjata. Sebagai balasan, Iran mengirimkan proposal revisi yang terdiri dari sepuluh poin sebagai dasar untuk perundingan. Rincian dalam proposal ini menekankan beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam proses negosiasi.
➡️ Baca Juga: KPK Tahan Mantan Menag Yaqut Terkait Kasus Dugaan Penyalahgunaan Kuota Haji
➡️ Baca Juga: Artis Billy Syahputra Pamer Rumah Mewah




