Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
religi

Lucinta Luna Berusaha Tobat, Inilah Pandangan Hukum Transgender dalam Islam

Jakarta – Fenomena perubahan gaya hidup di kalangan selebritas kembali menyita perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada Lucinta Luna yang menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah membagikan foto dirinya mengenakan pakaian pria. Dalam unggahan tersebut, ia tampil dengan peci hitam dan busana koko saat merayakan Idul Fitri, momen yang biasanya diwarnai dengan pelaksanaan ibadah salat Id.

Transformasi ini memicu beragam reaksi dari netizen, terutama setelah percakapan antara Lucinta dan Ivan Gunawan menjadi sorotan. Dalam dialog tersebut, Lucinta secara terbuka menjelaskan motivasi di balik keinginannya untuk kembali menjalani hidup yang dianggapnya lebih sesuai dengan identitasnya.

“Aku sudah sepuluh tahun tidak pernah shalat, tidak melakukan ibadah apa pun. Jadi, bagaimana caranya agar aku tidak dihujat, tetapi tetap merasa tenang, damai, makanya aku memberanikan diri untuk kembali ke kodratku. Namun, aku melakukannya di luar negeri,” ungkap Lucinta Luna dalam sebuah video yang diunggah di YouTube Butik Haji Igun, pada Kamis, 9 April 2026.

Ia juga menyatakan bahwa selama ini hidupnya dipenuhi tekanan yang sangat berat, sehingga berdampak pada kesehatan mentalnya. Ia bahkan harus mengandalkan obat penenang dan pendampingan psikiater selama waktu yang cukup lama.

“Tidak tenang, selalu menangis. Setiap malam. Menangis karena tekanan dari orang-orang,” ujar Lucinta Luna.

“Ih, aku capek seperti sudah jadi patung atau robot. Aku ingin menjadi diriku sendiri,” tambahnya.

Hukum Transgender dalam Islam

Di tengah pengakuan ini, kembali muncul diskusi mengenai pandangan Islam terkait transgender. Dalam ajaran Islam, perubahan jenis kelamin secara sengaja, baik dari laki-laki ke perempuan atau sebaliknya, dianggap tidak diperbolehkan. Hal ini juga ditegaskan oleh Buya Yahya dalam salah satu ceramahnya.

“Allah murka dan mengutuk kaum pria yang berpakaian seperti wanita,” tegas Buya Yahya.

Pandangan ini sejalan dengan fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia, yang menyatakan bahwa operasi pergantian kelamin tanpa indikasi medis yang jelas adalah haram. Dari sudut pandang ini, identitas biologis seseorang tetap dianggap sebagai kondisi saat dilahirkan.

Meskipun demikian, Buya Yahya menekankan pentingnya pendekatan yang bijak dalam menyikapi fenomena ini. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak langsung menghujat individu yang sedang menjalani proses pencarian jati diri dalam hidup mereka.

    ➡️ Baca Juga: Pratiwi Siapkan Rp 20 Juta Nonton Terbang dari Bali

    ➡️ Baca Juga: Polri Berkomitmen Tindak Tegas Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS

    Related Articles

    Back to top button