Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Israel Alokasikan Rp 225 Triliun untuk Perang Melawan Iran dan Hizbullah

Israel telah mengalokasikan dana sebesar 15 miliar dolar AS, yang setara dengan Rp 225 triliun, untuk mendanai perang melawan Iran dan kelompok Hizbullah di Lebanon. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan berlanjutnya konflik dan dampak ekonomi yang semakin dirasakan. Ini terungkap dalam laporan dari surat kabar berbahasa Ibrani, Calcalist, pada hari Minggu, 5 April 2026.

Dalam laporan tersebut, Calcalist mencatat bahwa total biaya perang yang sedang berlangsung melawan Iran dan Hizbullah telah mencapai sekitar 47 miliar shekel, yang setara dengan 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 225 triliun. Dengan kondisi yang ada, pengeluaran ini diperkirakan akan terus meningkat.

Kementerian Pertahanan Israel telah mengajukan permohonan dana tambahan sekitar 39 miliar shekel, yang setara dengan 12,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 186 triliun, untuk menutupi biaya operasional militer. Jumlah ini kemungkinan akan bertambah jika konflik yang sama terjadi di masa depan atau jika pertempuran ini berlanjut lebih lama.

Laporan tersebut mengindikasikan bahwa konflik yang sedang berlangsung dapat memicu peningkatan anggaran keamanan Israel dalam jangka panjang. Ini berlawanan dengan proyeksi sebelumnya yang mengarah pada pengurangan anggaran, terutama saat persiapan menghadapi potensi konfrontasi dengan Iran dan Hizbullah.

Di sisi lain, ada sekitar 26.000 klaim kompensasi yang telah diajukan oleh warga sipil terkait kerusakan akibat serangan misil. Kerugian yang diperkirakan dari klaim ini berkisar antara 1 hingga 1,5 miliar shekel, yang setara dengan sekitar 320 juta dolar AS hingga 479 juta dolar AS atau Rp 4,8 triliun hingga Rp 7,185 triliun.

Namun, beban finansial terbesar berasal dari rencana kompensasi untuk bisnis dan tenaga kerja, yang diperkirakan akan mencapai antara 6,5 miliar hingga 7 miliar shekel, atau sekitar 2,1 miliar hingga 2,23 miliar dolar AS, yang setara dengan Rp 31,5 triliun hingga Rp 33,45 triliun.

Selain itu, laporan itu juga menyebutkan bahwa sekitar setengah miliar shekel, yang setara dengan 160 juta dolar AS atau Rp 2,4 triliun, akan diperlukan untuk menutupi biaya tenaga kerja yang terpaksa berada dalam status cuti tanpa gaji akibat konflik ini.

Pemerintah Israel diperkirakan akan mendorong pelonggaran pembatasan aktivitas ekonomi guna meminimalisasi kerugian dan mengurangi dampak negatif perang terhadap perekonomian secara keseluruhan.

Perang ini dimulai setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangkaian serangan misil dan eskalasi militer yang mengakibatkan lebih dari 1.340 nyawa melayang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

    ➡️ Baca Juga: Bursa Asia Reaksi Positif Terhadap Penurunan Harga Minyak, Indeks Korsel Tertinggi di Pasar Global

    ➡️ Baca Juga: Game Eksklusif Xbox Ini Dibatalin 6 Bulan Sebelum Launch Kenapa Ya

    Related Articles

    Back to top button