Bursa Asia Menguat, Pasar Menunggu Kepastian Damai dari Trump

Bursa saham Asia-Pasifik mengalami penguatan yang signifikan dalam perdagangan pada hari Kamis, 2 April 2026. Pelaku pasar kini tengah menunggu dengan antusias pidato dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang bertujuan untuk menyelesaikan ketegangan yang terjadi dengan Iran.
Pada Rabu pagi waktu setempat, Trump menyatakan bahwa pemimpin baru Iran telah meminta Amerika Serikat untuk melakukan gencatan senjata. Namun, klaim tersebut segera dibantah oleh pihak Iran, menambah ketidakpastian dalam situasi yang sedang berlangsung.
Trump juga mengungkapkan bahwa AS sedang mempertimbangkan opsi damai dengan Iran, dengan syarat dibukanya kembali Selat Hormuz. Pernyataan ini berbeda dari laporan yang beredar di Wall Street Journal, yang menyebutkan bahwa Trump bersedia menghentikan serangan militer terhadap Iran meskipun Selat Hormuz tetap tertutup. Terbaru, Trump menegaskan pentingnya akses bebas dan terbuka di selat tersebut.
Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump menyatakan, “Kami menginginkan situasi yang terbuka, bebas, dan tanpa hambatan,” sebagaimana dikutip oleh CNBC Internasional pada hari Kamis, 2 April 2026.
Optimisme pasar terkait kemungkinan berakhirnya konflik AS-Iran telah mendorong penguatan beberapa indeks utama di kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 di Jepang mencatat kenaikan sebesar 0,78 persen, sementara indeks Topix mengalami penguatan yang lebih besar, yaitu sebesar 1,01 persen.
Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak hingga 1,33 persen. Indeks Kosdaq, yang mencakup saham-saham lapis kecil, juga ikut meningkat dengan kenaikan sebesar 1,14 persen.
Sentimen positif ini turut mempengaruhi bursa di Australia. Indeks S&P/ASX 200 dibuka dengan kenaikan sebesar 0,45 persen, melanjutkan reli selama tiga hari berturut-turut. Di sisi lain, kontrak berjangka Hang Seng Hong Kong berada di level 25.301, sedikit lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di angka 25.294,03.
Penguatan di bursa Asia sejalan dengan performa positif pasar saham di Amerika Serikat, Wall Street, pada hari sebelumnya. Indeks S&P 500 tercatat naik 0,72 persen, sementara Nasdaq Composite menguat 1,16 persen, dan Dow Jones Industrial Average mengalami peningkatan sebesar 0,48 persen.
Dengan segala perkembangan ini, pelaku pasar di kawasan Asia tampaknya optimis menyambut potensi perubahan positif yang dapat muncul dari situasi global saat ini, terutama terkait dengan hubungan AS dan Iran.
➡️ Baca Juga: Polri Gagalkan Penyelundupan Satwa Dilindungi
➡️ Baca Juga: 4 Cara Clone Windows ke NVMe Baru tanpa Install Ulang & Hilang Data




