Megawati dan Ramos-Horta di Teuku Umar: Simak Pembahasan Menarik Mereka di Sini!

Jakarta – Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan Presiden Timor Leste, José Ramos-Horta, di kediamannya yang terletak di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin siang. Pertemuan ini berlangsung selama lebih dari dua setengah jam dan dilakukan secara tertutup, menciptakan atmosfer yang intim untuk diskusi yang mendalam.
Kedatangan Ramos-Horta disambut hangat oleh sejumlah pemimpin PDI Perjuangan. Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto memimpin proses penyambutan, didampingi oleh sejumlah tokoh partai lainnya, seperti Ahmad Basarah, Yasonna Laoly, Ronny Talapessy, dan Andi Widjajanto. Kehadiran mereka menandakan pentingnya kunjungan ini dalam konteks hubungan kedua negara.
“Mari, silakan duduk,” sambut Megawati dengan ramah, menandai dimulainya dialog yang panjang dan substansial antara keduanya. Dialog tersebut berlanjut hingga menjelang sore, di mana keduanya membahas berbagai isu penting yang mengedepankan hubungan historis antara Indonesia dan Timor Leste.
Suasana yang hangat dan akrab terlihat jelas saat Megawati menyambut Ramos-Horta secara langsung dari ruang kerjanya. Diskusi yang berlangsung sekitar 150 menit itu meski tertutup, namun diharapkan menyentuh berbagai topik strategis, termasuk refleksi mengenai hubungan kedua negara yang telah terjalin sejak lama.
Sebagai penutup pertemuan, kedua pemimpin itu melakukan pertukaran cinderamata. Megawati memberikan kain batik khas Indonesia dan buku karyanya yang berjudul “Spirit Kemanusiaan”, yang menunjukkan pandangannya tentang nilai-nilai kemanusiaan dalam konteks politik.
Di sisi lain, Ramos-Horta menyerahkan tas kerajinan tangan serta kopi Arabika khas Timor Leste, yang melambangkan identitas budaya dan potensi ekonomi negaranya. Pertukaran ini tidak hanya simbolis, tetapi juga mencerminkan kedekatan dan saling menghargai antara kedua pemimpin.
Pertemuan yang berlangsung di Menteng ini juga merupakan kelanjutan dari komunikasi yang telah terjalin sebelumnya pada Februari 2026 di Abu Dhabi, sehubungan dengan ajang Zayed Award for Human Fraternity 2026. Hubungan yang erat ini mencerminkan kedekatan yang melampaui sekadar hubungan diplomatik formal antara kedua negara.
Bagi Ramos-Horta, Megawati memiliki makna yang sangat penting dalam sejarah hubungan Indonesia dan Timor Leste. Kehadiran Megawati dalam perayaan restorasi kemerdekaan Timor Leste pada tahun 2002 dianggap sebagai salah satu momen bersejarah yang menguatkan hubungan pasca ketegangan yang terjadi akibat referendum 1999.
Dalam kesempatan yang berbeda, Ramos-Horta juga pernah mengundang Megawati untuk berkunjung ke Dili. Ia ingin memberikan penghargaan tertinggi negara tersebut, Grand Collar of the Order of Timor-Leste, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung proses perdamaian antara kedua negara.
Pertemuan di Menteng ditutup dengan sesi foto bersama, yang menandai berakhirnya kunjungan tersebut. Momen ini menjadi simbol dari hubungan yang erat dan berkelanjutan antara Indonesia dan Timor Leste, menggambarkan komitmen kedua negara untuk terus menjaga kedekatan dan kerjasama di masa depan.
➡️ Baca Juga: Penerapan Pendekatan Fungsional dalam Meningkatkan Produktivitas
➡️ Baca Juga: Dokter Peringatkan Potensi Lonjakan Penyakit Pernapasan




