Banjir Jakarta Hari Ini: 147 RT Terendam, Ketinggian Air Mencapai 1,7 Meter di Beberapa Wilayah

Jakarta – Hingga Minggu siang, 8 Maret 2026, banjir yang melanda beberapa area di DKI Jakarta masih belum menunjukkan tanda-tanda surut. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa jumlah lokasi yang terpengaruh semakin meningkat dibandingkan dengan data sebelumnya.
Pada pukul 11.00 WIB, tercatat sebanyak 147 Rukun Tetangga (RT) dan 19 ruas jalan di Jakarta masih terendam air. Genangan ini terjadi setelah hujan deras mengguyur Ibu Kota dan sekitarnya, yang diperparah oleh luapan dari beberapa sungai.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menyatakan bahwa banjir saat ini menyebar di tiga wilayah utama, yaitu Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 147 RT dan 19 ruas jalan yang terendam air,” ujar Isnawa Adji dalam pernyataan yang dirilis oleh BPBD Jakarta pada hari Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa ketinggian air bervariasi di berbagai lokasi, mulai dari 20 centimeter hingga mencapai 1,7 meter.
“Ada tiga RT di Kelurahan Cipete Utara, satu RT di Kelurahan Cipulir, dan satu RT di Kelurahan Pela Mampang yang terendam banjir hingga ketinggian 1,7 meter,” tambahnya.
Di Jakarta Barat, tercatat sebanyak 31 RT mengalami banjir.
Sementara itu, Jakarta Selatan menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan jumlah RT yang terendam mencapai 56 RT.
Di sisi lain, wilayah Jakarta Timur dilaporkan memiliki 60 RT yang juga terendam banjir.
Pemerintah DKI Jakarta dan BPBD terus memantau situasi terkini dan memberikan bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi terkini dari pihak berwenang.
Penyebab utama banjir yang melanda Jakarta ini adalah hujan deras yang terjadi terus-menerus, menyebabkan sungai-sungai meluap dan menggenangi permukiman serta jalan-jalan.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD telah melakukan beberapa upaya, seperti membuka saluran drainase dan memantau titik-titik rawan banjir untuk mengurangi dampak yang lebih luas.
Masyarakat diharapkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, agar aliran air tidak terhambat dan mencegah terjadinya banjir lebih lanjut.
Banjir Jakarta kali ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Diperlukan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak untuk mengurangi risiko bencana di masa mendatang.
Dengan bekerja sama, diharapkan kita dapat menemukan solusi yang lebih efektif dalam menangani masalah banjir yang sering melanda Ibu Kota.
Kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi perhatian, di mana perubahan iklim dapat mempengaruhi pola hujan dan menyebabkan risiko banjir semakin meningkat.
Dalam situasi seperti ini, informasi yang akurat dan cepat sangat penting untuk membantu masyarakat mengambil langkah yang tepat. BPBD berkomitmen untuk memberikan update secara berkala mengenai situasi banjir dan langkah-langkah yang diambil untuk penanganannya.
Saat ini, pihak terkait juga tengah bekerja sama dengan berbagai instansi untuk menyiapkan tempat pengungsian bagi warga yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat banjir.
Dengan langkah-langkah yang tepat dan kolaborasi yang baik, diharapkan dampak banjir Jakarta kali ini dapat diminimalisir dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal secepatnya.
➡️ Baca Juga: Cara Reschedule Tiket Kereta Cepat Whoosh Bandung-Jakarta
➡️ Baca Juga: Rahasia Tombol Volume + Power untuk Reboot “Soft” iOS 18, Ampuh Lawan Hang




