Rusia Siap Menjadi Mediator Dalam Proses Perdamaian Antara AS dan Iran

Perwakilan permanen Rusia untuk organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov, menyatakan bahwa Rusia siap berperan sebagai mediator dalam proses perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) jika diperlukan.
“Rusia tentu saja siap memberikan layanan mediasi jika situasi memerlukan,” ungkap Ulyanov dalam pernyataannya kepada surat kabar Rusia, Izvestia, yang dilaporkan oleh Xinhua.
Namun, Ulyanov juga menilai bahwa upaya untuk menghidupkan kembali dialog antara AS dan Iran saat ini terlihat sangat sulit. Meski begitu, dia menekankan pentingnya untuk terus berupaya mencari jalan menuju dialog.
Menurut Ulyanov, esensi dari permasalahan yang dihadapi kedua negara tidak akan terpecahkan melalui pendekatan militer. Hal ini mencakup tujuan Washington untuk mencegah Iran mengembangkan kemampuan nuklir dan tuntutan Teheran agar sanksi-sanksi yang ada dicabut.
Ulyanov percaya bahwa Iran akan mengapresiasi tawaran mediasi dari Rusia. Namun, dia juga mencatat bahwa pihak AS menyatakan tidak memerlukan perantara, karena mereka yakin dapat menyelesaikan masalah ini secara mandiri.
“Faktanya, Amerika Serikat sedang mengelola isu ini dengan sangat buruk,” kata Ulyanov dengan tegas.
Sebelumnya, Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, beserta keluarganya, setelah serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel.
Pernyataan ini diambil dari nota belasungkawa Putin yang disampaikan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dan dirilis oleh Kremlin pada tanggal 1 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, Putin mengecam tindakan pembunuhan terhadap Ali Khamenei dan anggota keluarganya sebagai sebuah tindakan “sinis” yang melanggar norma-norma kemanusiaan serta hukum internasional yang berlaku.
“Saya ingin menyampaikan belasungkawa terdalam saya terkait pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyed Ali Khamenei, dan keluarganya, sebuah pelanggaran yang jelas terhadap semua norma moral dan hukum internasional,” jelas Putin dalam pernyataannya.
Di sisi lain, Putin menegaskan bahwa Ali Khamenei akan dikenang di Rusia sebagai seorang negarawan yang berpengaruh, yang memberikan kontribusi signifikan dalam memperkuat hubungan persahabatan antara Rusia dan Iran hingga mencapai tingkat kemitraan strategis yang komprehensif.
Putin juga menekankan agar dukungan dan simpati disampaikan kepada keluarga Khamenei, pemerintah Iran, serta seluruh rakyatnya.
➡️ Baca Juga: Kenapa Kreativitas Anak Sangat Penting di Era Modern
➡️ Baca Juga: Lucky Hakim Akui Tak Baca Detail Aturan Kepala Daerah ke Luar Negeri




