Iran Luncurkan Serangan Terhadap Kapal Tanker Amerika di Teluk Persia

Garda Revolusi Iran mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal tanker minyak milik Amerika di Teluk Persia. Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan pasca serangan gabungan yang dilakukan oleh AS dan Israel terhadap Iran, seperti dilaporkan oleh Anadolu.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis oleh Departemen Hubungan Masyarakat Garda Revolusi, mereka menyatakan bahwa angkatan laut Iran “berhasil menargetkan sebuah kapal tanker minyak Amerika di bagian utara Teluk Persia.”
Meskipun demikian, informasi lebih lanjut mengenai insiden ini belum dirilis, dan hingga saat ini, pihak Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim yang disampaikan oleh Iran.
Iran juga menyatakan bahwa mereka hanya akan mengizinkan kapal-kapal dari Tiongkok untuk melintasi Selat Hormuz. Hal ini dipandang sebagai ungkapan terima kasih atas dukungan Beijing terhadap Teheran sejak konflik di Timur Tengah semakin memanas, menurut beberapa sumber.
Situasi ini sangat signifikan mengingat Selat Hormuz merupakan jalur penting yang menghubungkan pelabuhan Teluk Persia dengan lautan bebas. Iran telah memblokir akses ke selat tersebut sejak dimulainya ketegangan di kawasan, yang dapat mengancam rantai pasokan global.
Pasukan Iran telah mengeluarkan peringatan bahwa setiap kapal yang berusaha melewati Selat Hormuz akan menjadi target. Korps Garda Revolusi Islam, yang merupakan pasukan elit Iran, menyatakan bahwa mereka kini memiliki “kendali penuh” atas selat tersebut, dan setiap kapal yang mencoba melintas berisiko untuk diserang dengan rudal atau drone.
Selat Hormuz sangat vital untuk akses laut negara-negara seperti Uni Emirat Arab dan Qatar. Sekitar 20% dari total pasokan minyak dunia melewati selat ini sebelum dikirim ke pasar di Asia, termasuk Tiongkok dan India. Jika Iran terus memblokir rute ini, dampak besar terhadap rantai pasokan global diperkirakan akan terjadi.
Sejak serangan gabungan yang dilancarkan oleh AS dan Israel pada Sabtu lalu, lebih dari 900 orang dilaporkan tewas, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior.
Iran telah merespons dengan melancarkan serangan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi keberadaan aset militer AS.
➡️ Baca Juga: 1,4 Juta Kendaraan Kembali ke Jabodetabek Selama Libur Lebaran 2025
➡️ Baca Juga: Nunung Curhat Kerap Panick Attack Parah hingga Insomnia




