Muhammadiyah Tegaskan Serangan AS-Israel ke Iran Melanggar HAM dan Hukum Internasional

Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan tegas yang mengecam serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Serangan ini dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia serta hukum internasional.
Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq A. Mughni, menyatakan, “Kami sangat menentang serangan ini dan melihatnya sebagai pelanggaran terhadap Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, serta pengabaian terhadap keputusan-keputusan yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.” Pernyataan tersebut disampaikan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta pada hari Senin.
Melalui Surat Pernyataan Nomor 16/PER/I.0/B/2026 mengenai Konflik di Timur Tengah, Muhammadiyah menegaskan bahwa serangan ini merupakan bentuk ketidakpatuhan terhadap keputusan PBB.
Selain mengutuk tindakan tersebut, Muhammadiyah juga menyampaikan rasa duka cita mendalam atas kepergian pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, dan sejumlah korban lainnya akibat serangan tersebut. Mereka juga memberikan belasungkawa kepada para korban serangan balasan yang dilakukan Iran di berbagai negara Arab.
Muhammadiyah menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memberikan sanksi yang tegas kepada Amerika Serikat dan Israel sebagai respons terhadap pelanggaran yang terjadi, serta meminta langkah nyata dalam menindaklanjuti seruan ini.
“Kami mendesak agar Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil tindakan untuk mengakhiri genosida yang dialami oleh bangsa Palestina, serta segala bentuk kekerasan yang dapat memicu ketegangan antarnegara di wilayah Timur Tengah,” ujar Syafiq.
Lebih jauh, Muhammadiyah juga mengimbau agar Iran dan negara-negara Arab lainnya menahan diri dan lebih mengedepankan dialog, sehingga tidak terjadi konflik lebih lanjut di antara sesama anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Organisasi ini juga mendorong upaya diplomasi dan dialog sebagai cara untuk menyelesaikan konflik yang ada di kawasan tersebut. Muhammadiyah mengajak seluruh negara, lembaga multilateral dan bilateral, serta tokoh agama untuk bersatu dalam menciptakan perdamaian dan keadilan global.
“Kami mengajak semua elemen masyarakat, termasuk negara-negara, lembaga-lembaga internasional, dan pemuka agama, untuk bersama-sama menciptakan kedamaian dan keadilan di dunia, serta mengecam segala bentuk tindakan yang merusak dan menghancurkan peradaban,” tutup Syafiq.
➡️ Baca Juga: Panggung IFA 2026 Berkilau dengan Karya Riris Ghofir yang Memukau dan Berkelas
➡️ Baca Juga: 4.000 Pengunjung Padati Kebun Raya Bogor pada Hari Terakhir Cuti Bersama



