uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
bisnis

Danantara Targetkan Investasi Besar di 2027 untuk Mineral Kritis dan Teknologi AI

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) tengah mempersiapkan sejumlah sektor strategis sebagai fokus investasi pada tahun 2027. Prioritas utama mereka meliputi investasi mineral kritis, hilirisasi sumber daya, serta pengembangan infrastruktur digital, yang mencakup pusat data dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Mansury, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan kurasi terhadap berbagai proyek yang akan dimasukkan dalam daftar calon investasi atau pipeline mereka.

Proses pemilihan ini melibatkan kerjasama dengan PT Danantara Investment Management (DIM), beberapa badan usaha milik negara (BUMN), serta kolaborasi dengan sektor swasta untuk menentukan proyek-proyek prioritas yang akan diutamakan tahun depan.

“Yang paling signifikan, terutama dari sektor BUMN kita, adalah investasi di sektor mineral kritis dan hilirisasi. Ini merupakan area dengan potensi yang cukup besar,” ungkap Pahala dalam sebuah kesempatan di Jakarta pada Kamis (22/10/2026).

Di samping mineral kritis dan hilirisasi, Danantara juga mengidentifikasi adanya peluang investasi yang menjanjikan dalam pengembangan pusat data dan teknologi AI. Kedua sektor tersebut dianggap sebagai bagian integral dari peluang investasi di bidang infrastruktur digital di masa mendatang.

Pahala juga mengungkapkan bahwa beberapa proyek pengembangan pusat data diharapkan dapat diratifikasi dalam ajang New Asia Forum (NAF) yang akan berlangsung pada 3-4 Desember 2026 di Bali. Forum ini menargetkan komitmen investasi yang dapat mencapai hingga 30 miliar dolar AS.

Walaupun memiliki fokus utama, Danantara tetap membuka peluang untuk berinvestasi di sektor lainnya pada tahun 2027. Sektor-sektor lain yang tengah dijajaki mencakup ketahanan pangan, energi rendah karbon, energi tanpa karbon, serta pengembangan pendidikan dan sumber daya manusia.

Dalam konteks pendidikan, Pahala menyampaikan bahwa Danantara telah melakukan diskusi dengan beberapa universitas dari berbagai negara. Melalui NAF, mereka berharap dapat mengeksplorasi peluang untuk mengembangkan institusi pendidikan yang berkualitas tinggi di Indonesia.

Inisiatif ini, menurutnya, tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan pendanaan, tetapi juga bertujuan untuk pengembangan pengetahuan, peningkatan talenta, serta berbagai aspek pendukung lainnya.

Di sisi lain, Danantara juga telah mulai melakukan investasi di pasar modal Indonesia. Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyebutkan bahwa mereka telah melakukan pembelian saham dalam beberapa hari terakhir, terutama untuk saham BUMN yang dinilai memiliki valuasi menarik dan prospek pertumbuhan yang baik.

    ➡️ Baca Juga: Shin Tae-yong Percaya John Herdman Dapat Meningkatkan Performa Timnas Indonesia

    ➡️ Baca Juga: Hankook Tingkatkan Infrastruktur untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan dan Sosial di Kabupaten Bekasi

    Related Articles

    Back to top button