Sahabat Dekat dr Richard Lee Ingatkan Pentingnya Etika dalam Melapor ke Polisi

Orang yang dekat dengan dr Richard Lee, Ustaz Derry Sulaiman, mengungkapkan kekecewaannya terhadap tindakan Doktif atau Samira Farahnaz yang segera melaporkan sahabatnya kepada pihak berwajib.
Ia menilai bahwa langkah yang diambil Doktif tersebut hanya membuang-buang waktu yang seharusnya bisa dimanfaatkan untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang lebih baik.
Sebagaimana diketahui, dr Richard Lee dilaporkan karena diduga melanggar Undang-Undang Kesehatan dan Perlindungan Konsumen. Doktif menyampaikan bahwa salah satu produk dari Klinik Athena tidak memiliki izin edar yang sah.
“Jangan setiap kali ada masalah langsung lapor. Ini hanya menghabiskan waktu yang banyak. Saya berharap kasus ini bisa segera diselesaikan. Jika terbukti bersalah, ya harus dihukum, tetapi jika tidak, seharusnya dibebaskan,” ujar Ustaz Derry dalam sebuah wawancara yang berlangsung pada Rabu (21/10/2026).
Ia menekankan harapannya agar masalah ini dapat diselesaikan dengan cara musyawarah, bukan dengan langkah-langkah yang memperpanjang proses hukum.
“Ya, harapanku adalah agar permasalahan yang masih bisa dipecahkan dengan dialog dapat diselesaikan dengan musyawarah,” tambahnya, menyoroti pentingnya komunikasi sebelum mengambil langkah hukum.
Sebelumnya, pada 15 Oktober 2026, dr Richard Lee telah mengajukan permohonan penangguhan penahanan.
Doktif mengaku merasakan perasaan campur aduk setelah mendengar keputusan terkait permohonan tersebut. Di satu sisi, ia merasa kecewa, tetapi di sisi lain, ia juga merasa iba melihat kondisi Richard yang sedang menjalani masa penahanan.
Ia mencatat bahwa kondisi fisik Richard yang semakin kurus serta kesulitan dalam makan dan tidur membuatnya merasa prihatin.
Meskipun demikian, Doktif berpendapat bahwa proses hukum yang sedang berlangsung tetap harus dilanjutkan sampai tuntas sesuai dengan prosedur yang berlaku.
“Jujur, dari hati yang paling dalam, saya merasa kecewa. Namun, ketika melihat kondisi fisiknya yang semakin menurun dan juga yang saya lihat di media sosial, saya merasa prihatin, tetapi tidak sampai mengkhawatirkan,” ungkap Doktif saat diwawancarai melalui tayangan YouTube pada Sabtu (17/10/2026).
Bagi Doktif, kondisi Richard yang berada dalam tahanan menjadi alasan utama untuk lebih mengedepankan aspek kemanusiaan. Ia menyebutkan bahwa dokter kecantikan tersebut tampak mengalami penurunan berat badan yang signifikan dan kesulitan untuk mendapatkan istirahat yang cukup.
“Dia memang terlihat sangat kurus, mengalami kesulitan dalam makan dan tidur. Sebagai seorang dokter yang juga memiliki rasa empati, saya lebih merasa kasihan dibandingkan dengan rasa kecewa itu sendiri,” lanjutnya, menekankan pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan Richard.
➡️ Baca Juga: Rutinitas Latihan Gym untuk Peningkatan Kualitas Tidur dan Pemulihan Tubuh Optimal Setiap Hari
➡️ Baca Juga: Prabowo Paparkan 4 Pedoman Memimpin Indonesia: Laksanakan UUD 45 untuk Kepentingan Rakyat dan Generasi Mendatang




