Megaproyek IKN Terima Investasi Rp4 Triliun dari Investor China dan Korea Selatan

Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menunjukkan kemajuan dengan melibatkan investasi dari luar anggaran negara. Sejumlah perusahaan swasta telah menyatakan minat untuk berinvestasi dalam berbagai proyek properti, termasuk pengembangan apartemen dan perkantoran, dengan total nilai investasi mencapai Rp4 triliun.
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa investasi ini berasal dari dua perusahaan asing, yaitu Starbright dari China dan Dian Jaya dari Korea Selatan.
Proyek yang direncanakan memiliki nilai investasi masing-masing sebesar Rp1,5 triliun untuk proyek dari Starbright dan Rp2,5 triliun untuk proyek dari Dian Jaya. “Proyek dari Starbright meliputi pengembangan apartemen dan perkantoran senilai Rp1,5 triliun, sedangkan Dian Jaya akan berinvestasi Rp2,5 triliun untuk jenis proyek yang sama,” jelas Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).
Selain fokus pada pembangunan apartemen dan perkantoran, OIKN juga mencatat adanya minat investasi dari sektor usaha lainnya. Basuki menyoroti bahwa bidang seperti restoran, hotel, serta bisnis makanan dan minuman (F&B) menjadi beberapa sektor yang menarik perhatian para investor.
Menurut Basuki, pembangunan IKN tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Keterlibatan investor swasta dan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) diharapkan dapat mempercepat pembangunan kawasan ibu kota yang baru ini.
Skema KPBU juga akan diterapkan dalam pembangunan hunian bagi aparatur sipil negara (ASN). Proyek hunian ini mencakup bangunan bertingkat serta rumah tapak yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal pegawai pemerintah di IKN.
Basuki mengungkapkan bahwa terdapat rencana untuk membangun delapan menara hunian bagi ASN, serta tambahan 109 unit rumah tapak melalui skema tersebut.
“Untuk proyek KPBU, kami merencanakan dua jenis pembangunan, yaitu delapan tower dan 109 unit rumah tapak. Delapan tower ini khusus untuk ASN,” tambahnya.
Sementara itu, progres pembangunan fasilitas pemerintahan di IKN menunjukkan hasil yang bervariasi. Basuki melaporkan bahwa pembangunan kawasan eksekutif telah mencapai tingkat penyelesaian 100 persen. Namun, pembangunan fasilitas untuk lembaga legislatif dan yudikatif masih berlangsung dengan progres rata-rata sekitar 30 persen.
Dengan masuknya investasi swasta senilai Rp4 triliun untuk pengembangan apartemen dan perkantoran, ini menambah daftar proyek yang mendukung perkembangan IKN. Di tengah proses pembangunan fasilitas pemerintahan, ketertarikan terhadap properti komersial serta sektor usaha lainnya semakin memperkuat pertumbuhan investasi di kawasan ini.
➡️ Baca Juga: Latihan Ringan di Rumah Tanpa Alat untuk Kebugaran Optimal dan Efektif
➡️ Baca Juga: Xi Jinping Mengirim Dua Panda Raksasa ke Amerika Serikat untuk Diplomasi Budaya




