BMKG Menginformasikan Jadwal Hujan untuk Wilayah Terdampak Karhutla di Indonesia

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan bahwa enam provinsi yang menjadi fokus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan mengalami curah hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi. Wilayah-wilayah yang terpengaruh mencakup beberapa daerah di Sumatra dan Kalimantan.
“Untuk enam provinsi yang diutamakan dalam penanganan karhutla, terutama di Sumatra dan Kalimantan, curah hujan diperkirakan akan berada dalam kategori menengah hingga tinggi, berkisar antara 50 hingga 300 mm per dasarian pada dasarian I bulan November. Curah hujan ini diprediksi akan meluas dan meningkat pada dasarian berikutnya,” ungkap Wahyu Argo, Prakirawan BMKG, melalui pesan singkat pada hari Sabtu, 17 Oktober 2026.
Di sisi lain, Wahyu menjelaskan bahwa wilayah Papua diperkirakan akan mengalami peningkatan curah hujan mulai dasarian II bulan November, dengan kisaran antara 50 hingga 150 mm per dasarian. Peningkatan ini diharapkan akan berlanjut hingga bulan Desember 2026.
Dalam penjelasannya, Wahyu Argo juga menyampaikan mengenai potensi penyebaran asap akibat karhutla dari Kalimantan ke beberapa daerah lainnya. Berdasarkan pemantauan terkini menggunakan citra satelit, asap terdeteksi di berbagai wilayah Indonesia, termasuk sebagian besar provinsi di Sumatra, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, seluruh provinsi di Kalimantan, serta beberapa area di Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, dan sejumlah tempat di Papua.
Secara umum, arah pergerakan asap bervariasi antar daerah. Di sebagian besar wilayah Sumatra, Kalimantan, Maluku, dan Papua, sebaran asap terpantau bergerak dari arah barat laut menuju timur laut. Sementara itu, di pulau Jawa dan Sulawesi, pergerakan asap cenderung mengarah ke tenggara hingga barat daya.
“Berdasarkan analisis kondisi angin, pada lapisan atmosfer menengah hingga atas, angin umumnya berhembus dari arah timur laut hingga tenggara. Kondisi ini memungkinkan terjadinya transportasi asap dari lokasi kebakaran menuju daerah lain, termasuk potensi penyebaran asap dari Kalimantan ke bagian barat pulau Jawa, terutama pada lapisan atmosfer menengah hingga atas,” jelasnya.
Namun, penting untuk diingat bahwa keberadaan asap yang terdeteksi lewat citra satelit tidak selalu menunjukkan bahwa asap tersebut sudah mencapai permukaan atau berdampak langsung pada kualitas udara. Pengaruhnya terhadap suatu wilayah sangat tergantung pada ketinggian lapisan asap, arah dan kecepatan angin, serta stabilitas atmosfer yang ada.
➡️ Baca Juga: Sony PlayStation 6: Informasi Terbaru mengenai Rilis, Harga, dan Spesifikasi Lengkap
➡️ Baca Juga: Dapatkan Penghasilan dengan Menawarkan Jasa Edit Foto untuk Katalog Produk secara Online



