54 Persen Ponpes di Jawa Barat, Yogyakarta, dan Jawa Timur Sudah Akses Air Bersih Layak

Akses terhadap air bersih dan sanitasi masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat Indonesia. Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2024, akses sanitasi layak di tingkat nasional hanya mencapai 83,60 persen. Hal ini berarti masih ada sekitar 45,4 juta orang yang belum menikmati fasilitas sanitasi yang memadai.
Lebih dari 25 juta penduduk Indonesia dilaporkan belum memiliki akses ke toilet yang layak, sementara hanya sekitar 7 persen dari air limbah domestik yang dikelola dengan aman. Situasi yang mengkhawatirkan ini juga dirasakan di kalangan pondok pesantren. Dengan lebih dari 34.000 pondok pesantren yang ada di Indonesia, jutaan santri tinggal dan belajar dalam sistem asrama yang memerlukan perhatian khusus terhadap sanitasi dan air bersih.
Data dari survei yang dilakukan oleh Serikat Ekonomi Pesantren pada tahun 2024 mengungkapkan bahwa di wilayah Jawa Barat, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, hanya sekitar 54 persen pondok pesantren yang memiliki akses air bersih yang layak. Di sisi lain, hanya 38 persen dari pesantren yang telah dilengkapi dengan fasilitas sanitasi yang memadai.
Kondisi hunian yang padat dan berbagi fasilitas di dalam pesantren menambah tantangan dalam memastikan akses air bersih dan sanitasi. Oleh karena itu, penguatan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan produktif bagi para santri.
Muhammad Shobih Asrori, Wakil Bupati Pasuruan, menyatakan bahwa pondok pesantren menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Pasuruan berkomitmen untuk mengembangkan berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup para santri di wilayahnya.
Sementara itu, Karyanto Wibowo, Direktur Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, menekankan peran strategis pondok pesantren sebagai pusat pendidikan dan karakter. Ia menegaskan bahwa upaya untuk menyediakan akses air bersih dan sanitasi yang layak bukan hanya sekadar membangun fasilitas, tetapi juga menanamkan budaya hidup bersih dan sehat yang dapat dicontohkan oleh santri kepada keluarga dan komunitas mereka.
Melihat kondisi tersebut, Danone Indonesia melalui program Danone Impact Journey telah memberikan manfaat bagi lebih dari 500.000 orang di berbagai wilayah di Indonesia. Program ini tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup edukasi mengenai PHBS, pengelolaan lingkungan, serta penguatan tata kelola berbasis komunitas, termasuk pesantren.
Dengan demikian, penting bagi semua pihak untuk berkolaborasi dalam menciptakan akses air bersih yang layak di pondok pesantren. Hal ini tidak hanya akan mendukung kesehatan para santri, tetapi juga akan berkontribusi pada kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: 17 Penerbangan Batal Akibat Kabut Asap Karhutla, Bandara Supadio Kalbar Normal Kembali
➡️ Baca Juga: Rumah Anggota Polri Yayat Sudrajat Digeledah KPK Lagi, Temukan Belasan Aset Mewah di Depok




