BBM Campur Air Diduga Rusak Mobil, 7 SPBU Dalam Pemeriksaan Resmi

Keluhan mengenai bahan bakar minyak (BBM) yang diduga tercampur air kembali mencuat di Malaysia. Kementerian Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup Malaysia (KPDN) telah melakukan penyitaan 27 sampel bensin RON 95 dari tujuh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kawasan Selangor untuk dianalisis di laboratorium.
Tindakan ini diambil setelah pihak berwenang menerima sepuluh laporan dari masyarakat terkait dugaan pencampuran air ke dalam bensin yang mengakibatkan kerusakan pada kendaraan. Sebelumnya, keluhan serupa juga dilaporkan di Penang dan Kedah.
Menurut informasi yang dikutip dari sumber terpercaya, pemeriksaan terhadap tujuh SPBU di Selangor dilaksanakan pada 16 Oktober 2026. Pengambilan sampel dilakukan sebagai respons terhadap laporan konsumen dan isu yang beredar di platform media sosial.
Direktur KPDN Selangor, Muhamad Hanif Asa’ari, mengungkapkan bahwa semua sampel yang disita akan dikirimkan ke Departemen Kimia Malaysia untuk analisis laboratorium lebih lanjut.
Diharapkan, hasil pemeriksaan ini dapat memberikan penjelasan mengenai apakah bensin yang dijual di SPBU tersebut benar-benar tercampur air atau mengalami masalah kualitas lainnya.
Dalam pemeriksaan awal, KPDN menemukan bahwa ketujuh SPBU yang terlibat memiliki izin untuk menjual barang-barang yang termasuk dalam kategori barang terkendali, serta izin yang diberikan berdasarkan Petroleum Development Act 1974.
Meskipun demikian, kepemilikan izin tidak serta-merta mengakhiri penyelidikan. KPDN telah mengeluarkan pemberitahuan berdasarkan beberapa ketentuan dalam Trade Descriptions Act 2011 untuk meminta dokumen dan informasi dari pengelola SPBU.
Fokus penyelidikan adalah untuk mengeksplorasi kemungkinan adanya pelanggaran terkait ketidaksesuaian informasi mengenai bensin yang disuplai kepada konsumen.
KPDN juga mengingatkan para pengelola SPBU untuk secara rutin merawat tangki penyimpanan bawah tanah dan memastikan bahwa ia memenuhi standar keselamatan serta kualitas yang berlaku.
Masuknya air ke dalam tangki penyimpanan bahan bakar dapat menimbulkan berbagai masalah saat BBM disalurkan ke kendaraan. Dampak dari kontaminasi ini bisa bervariasi, tergantung pada jumlah air yang tercampur, jenis kendaraan, dan sistem bahan bakarnya.
Pada kendaraan yang menggunakan bensin, adanya kontaminasi air dapat mengganggu proses pembakaran, yang berpotensi menyebabkan mesin tersendat, sulit dinyalakan, atau bahkan mati. Jika kontaminasi cukup parah, komponen dari sistem bahan bakar pun bisa mengalami kerusakan.
Namun, gejala-gejala tersebut tidak selalu mengindikasikan bahwa bensin tersebut benar-benar tercampur air. Masalah pada sistem pengapian, injektor, pompa bahan bakar, atau komponen lain juga dapat menyebabkan keluhan serupa. Oleh karena itu, pemeriksaan teknis sangat penting untuk menentukan penyebab yang sebenarnya.
➡️ Baca Juga: Artis Billy Syahputra Pamer Rumah Mewah
➡️ Baca Juga: Pilih Helm yang Aman untuk Anak Saat Dibonceng Motor, Keselamatan Utama!




