Mobil Bekas Kecelakaan Dua Kali Ini Dijual dengan Harga Tinggi, Temukan Alasannya

Mobil bekas sering kali diasosiasikan dengan harga yang lebih rendah daripada unit baru di pasaran. Namun, ada pengecualian yang menarik perhatian, seperti McLaren F1 GTR yang baru saja terjual dengan harga yang mencengangkan meskipun memiliki riwayat dua kali kecelakaan.
McLaren F1 GTR, milik mantan drummer band legendaris Pink Floyd, Nick Mason, baru saja terjual di lelang RM Sotheby’s yang berlangsung di Monterey, Amerika Serikat. Mobil yang memiliki nomor sasis 10R tersebut terjual dengan harga fantastis yaitu US$34,655 juta, setara dengan sekitar Rp568 miliar, termasuk biaya lelang.
Harga jual tersebut menjadikannya sebagai McLaren F1 termahal yang pernah dilelang secara publik. Selain itu, mobil ini juga mencatatkan diri sebagai kendaraan asal Inggris dengan harga tertinggi yang terjual dalam sebuah lelang.
Menariknya, meskipun terjual dengan nominal yang sangat tinggi, mobil ini tidak lepas dari sejarah kecelakaan. McLaren F1 GTR ini telah mengalami dua insiden selama masa kepemilikannya, yang seharusnya menjadi pertimbangan bagi calon pembeli.
Kecelakaan pertamanya terjadi pada tahun 2009, saat seorang jurnalis yang mengemudikannya kehilangan kendali dan mobil tersebut terjun ke ladang gandum. Setelah insiden tersebut, mobil ini direstorasi dengan seksama oleh Lanzante, spesialis dalam perbaikan McLaren.
Delapan tahun kemudian, kecelakaan kedua terjadi saat Nick Mason sendiri mengemudikan mobil tersebut dalam acara Goodwood Members’ Meeting 2017, di mana mobil itu menabrak pembatas ban. Sekali lagi, Lanzante bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan.
Meskipun memiliki catatan dua kecelakaan, fakta ini tidak mengurangi daya tariknya di mata para kolektor mobil. Nilai tinggi dari McLaren F1 GTR ini lebih ditentukan oleh kelangkaan unitnya, sejarah balap yang menyertainya, serta siapa pemilik sebelumnya.
McLaren F1 GTR dengan sasis 10R merupakan salah satu dari hanya sembilan unit yang diproduksi untuk spesifikasi tahun 1996. Mobil ini awalnya digunakan oleh McLaren sebagai kendaraan promosi serta untuk pengujian di sirkuit sebelum mengikuti sesi pra-kualifikasi untuk balapan 24 Hours of Le Mans.
Setelah masa kariernya di McLaren, mobil ini dibeli oleh Nick Mason. McLaren kemudian melakukan modifikasi agar kendaraan ini dapat digunakan di jalan raya, sementara perawatan dan restorasi dikerjakan oleh Lanzante.
Daya tarik lain dari mobil ini terletak pada desainnya yang mencolok. Dengan livery berwarna merah dan kuning yang terinspirasi dari gaya Pop Art, mobil ini menjadi lebih mudah dikenali dibandingkan dengan McLaren F1 GTR lainnya yang ada di pasaran.
➡️ Baca Juga: Shin Tae-yong Percaya John Herdman Dapat Meningkatkan Performa Timnas Indonesia
➡️ Baca Juga: Iran Kembali Tutup Selat Hormuz Setelah Serangan Israel di Beirut



