Slot PGSoft memperkenalkan variasi tema dalam koleksi game modern

Perkembangan teknologi mahjong ways membentuk komunitas kreatif

Super scatter menampilkan elemen grafis berwarna dengan gaya yang dinamis

Gates of Olympus sajikan bagi-bagi bonus fortune golden festival dengan sensasi berkelas

Slot online dengan fitur sticky wild dan keunggulannya

Evolusi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi dinamika transformasi big data

depo 10k depo 10k
lifestyle

Kisah Cinta Ratna Sari Dewi dan Soekarno: Awal Pertemuan Mereka di Jepang

Jakarta – Ratna Sari Dewi Soekarno kembali mengunjungi Indonesia untuk merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Kehadirannya di Istana Merdeka menarik perhatian banyak orang, terutama karena tempat tersebut menyimpan banyak kenangan penting dalam hidupnya bersama Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Setelah bertahun-tahun berlalu, Ratna Sari Dewi mengenang berbagai perubahan yang terjadi di sekitar Istana. Ia menyatakan, “Banyak sekali perubahan di sini. Beberapa bangunan yang dulu tidak ada sekarang sudah berdiri. Dulu, antara Istana Negara dan Istana Merdeka terdapat halaman luas, sekarang ada gedung yang menggantikan.”

Ratna juga menyampaikan bahwa ia memiliki banyak koleksi foto yang diambil di sekitar Istana. Sayangnya, sebagian besar dari koleksi tersebut kini telah menghilang. “Banyak foto-foto Bapak juga yang sudah hilang. Ini sangat disayangkan,” ungkapnya dengan nada nostalgia.

Kedatangannya ke tanah air tersebut menjadi momen yang tepat untuk mengingat kembali sosok Soekarno dan kisah cinta mereka yang dimulai jauh sebelum mereka resmi menikah. Simak selengkapnya mengenai perjalanan cinta keduanya yang sangat menarik ini.

Sebelum dikenal sebagai Ratna Sari Dewi Soekarno, wanita yang lahir di Tokyo, Jepang, pada 6 Februari 1940 ini memiliki nama asli Naoko Nemoto. Ia berasal dari latar belakang keluarga yang sederhana dan pernah menempuh pendidikan seni.

Pada tahun 1959, ketika usianya baru menginjak 19 tahun, Naoko bertemu dengan Soekarno yang saat itu tengah melakukan kunjungan resmi ke Jepang.

Pertemuan tersebut berlangsung di sebuah bar hostess yang terletak di kawasan Ginza, Tokyo, yang berdekatan dengan Imperial Hotel. Pada saat itu, Naoko dikenal sebagai mahasiswi seni, sedangkan Soekarno sudah menjadi Presiden Indonesia dan memiliki usia yang jauh lebih tua darinya.

Hubungan mereka pun berkembang menjadi lebih serius. Tiga tahun setelah pertemuan pertama, Naoko resmi menikah dengan Soekarno di Indonesia pada tahun 1962.

Setelah memeluk agama Islam, Soekarno memberikan nama baru kepadanya, yaitu Ratna Sari Dewi Soekarno. Nama ini berasal dari bahasa Jawa-Sanskerta yang berarti “inti permata seorang dewi”.

Pernikahan mereka dikaruniai seorang putri yang diberi nama Kartika Sari Dewi Soekarno, yang lahir pada 7 Maret 1967. Setelah kepergian Soekarno pada tahun 1970, Ratna Sari Dewi memilih untuk tidak menikah lagi, menghormati kenangan dan cinta yang telah dibangun bersama.

    ➡️ Baca Juga: Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia Melawan Saint Kitts and Nevis Terbaru 2023

    ➡️ Baca Juga: Wartawan Berkontribusi dalam Kebahagiaan Anak Yatim dengan Cara Inovatif

    Related Articles

    Back to top button