www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

depo 10k depo 10k
berita

Faktor Penyebab Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk: Masalah Teknis dan Jumlah Pengguna yang Terabaikan

Misteri di balik ambruknya Jembatan Gantung Pongpet yang terletak di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mulai terungkap. Hasil investigasi yang dilakukan oleh TNI Angkatan Darat (AD) menunjukkan adanya beberapa masalah teknis pada struktur jembatan tersebut.

Selain dari masalah teknis, terungkap bahwa pada saat kejadian, sekitar 50 orang berada di atas jembatan secara bersamaan. Jumlah pengguna yang melebihi kapasitas ini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja struktur jembatan.

“Hasil investigasi mengungkapkan adanya kondisi teknis yang saling berinteraksi, yang berpotensi merusak kinerja struktur. Ini termasuk beban yang melebihi batas kapasitas penggunaan jembatan,” jelas Brigadir Jenderal TNI Donny Pramono, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat TNI AD, pada 5 September 2026.

Tim investigasi juga menemukan beberapa masalah teknis yang perlu diperhatikan, seperti pengait block anchor yang patah, posisi block anchor yang tidak sesuai dengan pylon sistem roller, serta konfigurasi turnbuckle pada sling bagian bawah.

“Ditemukan pula perbedaan elevasi pada pylon. Pada saat kejadian, jembatan menerima beban dari sekitar 50 orang secara bersamaan, yang merupakan salah satu penyebab utama penurunan kinerja struktur,” tambahnya.

Temuan ini menjadi sangat penting, mengingat jembatan tersebut merupakan jembatan perintis yang dibangun untuk memudahkan akses masyarakat, terutama di daerah dengan tantangan geografis yang menyulitkan pembangunan jembatan beton.

TNI AD menjelaskan bahwa jembatan perintis memiliki batasan kapasitas tertentu. Oleh karena itu, jumlah beban yang dapat ditampung oleh jembatan menjadi aspek krusial dalam penggunaannya.

“Jembatan perintis dirancang dengan batas kemampuan tertentu. Sebab itu, memperhatikan aspek pembebanan adalah hal yang sangat vital. Di jembatan ini juga sudah dicantumkan ketentuan batas jumlah orang yang bisa berada di atasnya,” ungkapnya.

Setelah insiden tersebut, TNI AD berkomitmen untuk meningkatkan keamanan pada sistem sling di semua jembatan perintis yang telah dibangun. Kekuatan sling tersebut akan ditingkatkan antara 20 hingga 30 persen.

Evaluasi menyeluruh juga akan dilakukan terhadap berbagai aspek teknis di jembatan perintis lainnya, guna memastikan keselamatan pengguna.

“Kami tidak berniat menyalahkan pihak mana pun. Insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi kami untuk memastikan bahwa semua aspek teknis dan ketentuan penggunaan dipahami dan diterapkan dengan baik,” pungkasnya.

    ➡️ Baca Juga: 7 Negara Penghasil Kopi Terbesar di Dunia, Posisi Indonesia dalam Daftar Tersebut

    ➡️ Baca Juga: Inara Rusli Kembali Berhijab, Wardatina Mawa: Proses Hijrah yang Sederhana dan Mudah

    Related Articles

    Back to top button