Ekspor Mobil Indonesia Meningkat Pesat, Inilah Merek Terbanyak yang Diekspor ke Luar Negeri

Mobil yang diproduksi di Indonesia terus menunjukkan potensi yang signifikan di pasar internasional. Dalam tujuh bulan pertama tahun 2026, ratusan ribu kendaraan berhasil diekspor ke berbagai negara, dan beberapa merek mencatat angka ekspor yang jauh lebih tinggi dibandingkan merek lainnya.
Data dari Gaikindo menunjukkan bahwa ekspor mobil utuh (completely built up/CBU) mencapai 293.547 unit selama periode Januari hingga Juli 2026. Pada bulan Juli, angka ekspor tercatat sebanyak 41.849 unit, meskipun mengalami penurunan dari 44.476 unit di bulan Juni.
Toyota terus mendominasi sebagai merek dengan jumlah ekspor mobil utuh terbanyak selama periode Januari-Juli 2026, dengan total pengiriman mencapai 95.131 unit. Angka ini mewakili 32,4 persen dari total ekspor CBU. Pada bulan Juli, Toyota mengirim 14.311 unit ke pasar luar negeri, meningkat sebesar 12,6 persen dari bulan Juni yang mencapai 12.707 unit, meskipun masih merosot 17,8 persen dibandingkan dengan Juli 2025 yang tercatat 17.414 unit.
Di peringkat kedua, Daihatsu mencatat total ekspor sebanyak 75.121 unit hingga Juli 2026, berkontribusi 25,6 persen terhadap total ekspor mobil utuh Indonesia. Pada bulan Juli, pengiriman mereka tercatat mencapai 9.117 unit, turun 17 persen dari 10.981 unit di bulan Juni. Jika dibandingkan dengan Juli tahun lalu, angka ini juga mengalami penurunan sebesar 30,9 persen.
Mitsubishi Motors berada di urutan ketiga dengan total ekspor 74.525 unit selama Januari hingga Juli 2026, dengan pangsa pasar 25,4 persen. Merek ini juga tercatat mengalami pertumbuhan tahunan yang cukup signifikan di antara tiga besar merek tersebut.
Pada bulan Juli, Mitsubishi Motors mengirim 12.380 unit, meskipun mengalami penurunan sebesar 15,3 persen dibandingkan bulan Juni. Namun, dibandingkan dengan Juli 2025, angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 39 persen dari 8.907 unit. Secara kumulatif, ekspor Mitsubishi meningkat 28,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Hyundai menempati posisi keempat dengan total ekspor 25.256 unit selama tujuh bulan pertama tahun 2026, yang setara dengan 8,6 persen dari total ekspor CBU.
Selanjutnya, Suzuki mencatat 10.439 unit, diikuti oleh Honda dengan 8.568 unit, Isuzu 3.456 unit, Wuling 884 unit, dan Hino 167 unit. Sementara itu, Chery dan DFSK belum melaporkan angka ekspor CBU dalam data Gaikindo hingga bulan Juli.
Secara keseluruhan, tiga merek teratas—Toyota, Daihatsu, dan Mitsubishi Motors—telah mengekspor 244.777 unit mobil ke pasar internasional dari Januari hingga Juli, yang setara dengan sekitar 83,4 persen dari total ekspor CBU Indonesia.
Di samping ekspor mobil utuh, industri otomotif Indonesia juga aktif dalam ekspor kendaraan dalam bentuk completely knocked down (CKD). Selama periode Januari hingga Juli 2026, ekspor CKD mencapai 47.945 set, meningkat 36,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Dengan perkembangan ini, ekspor mobil Indonesia menunjukkan tren yang positif dan memberikan harapan bagi industri otomotif domestik untuk terus berkembang di pasar global.
➡️ Baca Juga: Cerita Menag Lobi Arab Saudi demi Kuota Haji Usia 90 Tahun ke Atas
➡️ Baca Juga: Kemampuan Menghasilkan Uang Melalui Pembuatan Template Desain untuk Bisnis Online




