Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Penyempurnaan Aturan PP Tunas Diperlukan Menjelang Pemberlakuan untuk Efektivitas Optimal

Pemerintah akan segera menerapkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 mengenai Perlindungan Anak di Ruang Digital, yang lebih dikenal dengan sebutan PP Tunas, beserta regulasi pelaksananya pada akhir bulan ini.

Aseanty Pahlevi, Kepala Divisi Kesetaraan dan Inklusi di Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), menilai bahwa regulasi ini merupakan langkah krusial untuk meningkatkan perlindungan anak dalam dunia digital.

Namun, berbagai pihak mengingatkan bahwa pelaksanaan aturan ini harus dilakukan dengan cermat, supaya tujuan yang ingin dicapai dalam perlindungan anak tidak justru menghasilkan konsekuensi yang tidak diinginkan.

Aseanty menekankan pentingnya perancangan yang hati-hati dalam implementasi PP Tunas, agar tidak menghambat partisipasi anak-anak di dalam komunitas digital yang aman dan konstruktif.

“Penyusunan regulasi harus dilakukan dengan proporsional, agar tidak mengganggu pemenuhan hak anak di dunia digital, seperti hak untuk mengakses informasi, berekspresi, dan berinteraksi,” ungkap Aseanty dalam pernyataannya pada Jumat, 6 Maret 2026.

Dia juga menambahkan bahwa pembatasan yang tidak direncanakan dengan baik berpotensi mendorong anak-anak beralih ke platform digital yang kurang memiliki mekanisme pengawasan dan perlindungan, sehingga meningkatkan risiko yang mereka hadapi.

Aseanty menegaskan bahwa masukan dari pelaku literasi digital dan berbagai pemangku kepentingan harus menjadi pertimbangan penting bagi pemerintah dalam menyempurnakan regulasi ini.

“Utamakan prinsip kehati-hatian, pertimbangkan berbagai faktor, dan dengarkan suara berbagai pihak untuk melindungi anak secara menyeluruh. Jika dilaksanakan secara terburu-buru dan tanpa perbaikan, regulasi ini akan terkesan dipaksakan di saat masih banyak hal yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.

Dewi Sumanah, Manajer Brand dan Komunikasi Save The Children, menambahkan bahwa perlindungan anak di ruang digital tidak seharusnya hanya berfokus pada regulasi yang bersifat membatasi. Namun, juga diperlukan penguatan sistem dukungan yang dapat mendorong anak untuk memanfaatkan akses digital demi kepentingan pendidikan dan pengembangan diri.

Penguatan tersebut mencakup peran keluarga, lingkungan pendidikan, dan komunitas di mana anak tumbuh. Setiap elemen ini perlu mendapatkan edukasi agar mampu berfungsi sebagai lapisan perlindungan pertama yang bersifat preventif.

“Anak-anak memerlukan akses digital untuk keperluan pendidikan dan kebutuhan sehari-hari. Seluruh ekosistem di sekitar anak ini harus mendukung upaya perlindungan, sebagai langkah preventif. Baik orang tua, institusi pendidikan, dan lingkungan rumah juga harus diberdayakan dengan pendidikan yang tepat,” ujarnya.

    ➡️ Baca Juga: Patrick Kluivert Bergabung dengan Suriname Setelah Berpisah dari Timnas Indonesia Bersama Seedorf

    ➡️ Baca Juga: Anggaran Pendidikan 2027 Capai Rp 820,9 Triliun, Rp 240 Triliun Dialokasikan untuk MBG

    Related Articles

    Back to top button