Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Iran Menyatakan Akan Teruskan Perang di Bawah Kepemimpinan Mojtaba Khamenei

Jakarta – Iran telah resmi menunjuk Mojtaba Khamenei, putra dari Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pemimpin tertinggi yang baru. Langkah ini menunjukkan bahwa Teheran akan tetap berpegang pada kebijakan pertahanannya dan tidak akan mundur dari serangan yang dilancarkan.

Mojtaba Khamenei berhasil memenangkan pemilihan di Majelis Pakar Iran, yang mengukuhkannya sebagai pemimpin tertinggi, menggantikan ayahnya yang telah memimpin selama hampir 37 tahun. Sebagaimana diketahui, Ali Khamenei meninggal dunia akibat serangan yang diluncurkan oleh AS dan Israel pada 28 Februari 2026.

Dina Esfandiary, seorang analis dari Bloomberg Geoeconomics, berpendapat bahwa kepemimpinan Mojtaba berpotensi untuk meneruskan kebijakan tegas yang diterapkan oleh ayahnya. Dalam konteks ini, kemungkinan besar Iran tidak akan mengubah arah kebijakan luar negerinya, melainkan akan terus melawan.

“Mojtaba memiliki banyak kesamaan dalam hal ideologi dengan ayahnya dan akan berusaha untuk menjaga kesinambungan dalam kebijakan, termasuk dalam konteks perang yang masih berlangsung,” jelas Esfandiary dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan oleh Financial Post pada Rabu, 11 Maret 2026.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negara tersebut tidak akan menyerah di tengah meningkatnya tekanan militer. “Anggapan bahwa kami akan menyerah tanpa syarat adalah sebuah ilusi yang harus mereka lupakan selamanya,” tegas Pezeshkian.

Di sisi lain, mantan Presiden AS, Donald Trump, memberikan kritik tajam terhadap penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran. Trump juga menghadapi tekanan dari dalam negeri untuk tidak memperpanjang konflik, terutama di tengah melonjaknya harga minyak dunia yang dapat memicu krisis inflasi baru.

Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah telah memasuki pekan kedua, dengan AS dan Israel terus melancarkan serangan ke wilayah Iran. Sementara itu, Teheran membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel serta beberapa negara di Teluk Arab.

Ketegangan yang meningkat di kawasan ini juga berdampak pada pasar energi global, di mana harga minyak mentah Brent mengalami lonjakan hampir 10 persen, mencapai sekitar US$102 per barel, bahkan sempat mendekati US$120 per barel sebelumnya terkait kekhawatiran akan gangguan pasokan energi.

Lonjakan harga energi ini dipicu oleh laporan gangguan operasional di Selat Hormuz, yang merupakan jalur pelayaran strategis. Selat ini merupakan salah satu rute perdagangan minyak yang terpenting di dunia, dan ketegangan yang terjadi di kawasan telah mempengaruhi kelancaran operasionalnya.

Kondisi ini memaksa beberapa negara penghasil minyak utama di Timur Tengah untuk melakukan penyesuaian dalam produksi mereka. Sumber-sumber yang mengetahui kebijakan tersebut menyebutkan bahwa Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak telah mengurangi produksi sebagai respons terhadap ketidakpastian yang melanda kawasan tersebut.

    ➡️ Baca Juga: ⁠Hal Negatif dari Teknologi Baru yang Harus Dihindari di Tahun 2025

    ➡️ Baca Juga: Awal Hubungan Denny Caknan dan Bella Bonita di Tengah Isu Rumah Tangga Retak

    Related Articles

    Back to top button