uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
lifestyle

Sarwendah Hapus Video Ruben Onsu Setelah Dilaporkan, Minola Sebayang: Fokus pada Perbuatan!

Jakarta – Konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah kembali menarik perhatian publik. Setelah rekaman video call yang melibatkan Ruben dengan seorang pria menjadi viral di media sosial, Sarwendah diketahui telah menghapus unggahan terkait dari akun Instagram pribadinya.

Penghapusan video tersebut berlangsung setelah Ruben mengambil langkah hukum dengan melaporkan mantan istrinya ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Meskipun demikian, Sarwendah sebelumnya telah menyatakan kesiapan menghadapi proses hukum dan memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang meragukan keaslian video untuk menempuh jalur hukum yang ada.

Di sisi lain, Minola Sebayang, kuasa hukum Ruben, menekankan bahwa permasalahan yang dihadapi kliennya tidak hanya berkaitan dengan isi rekaman tersebut. Ia menjelaskan bahwa fokus utama terletak pada dugaan cara video itu diperoleh dan disebarluaskan, termasuk kemungkinan adanya penyuntingan yang perlu diteliti lebih lanjut.

Sarwendah menunjukkan sikap tegas dalam menghadapi proses hukum yang sedang berlangsung.

Sebelum video tersebut dihapus, Sarwendah sempat membagikan tangkapan layar yang menunjukkan rekaman video call yang memperlihatkan Ruben bersama seorang pria. Konten ini pun menambah sorotan terhadap konflik yang tengah berlangsung antara keduanya.

Melalui Instagram Story-nya, mantan personel grup musik Cherrybelle ini menanggapi tuduhan bahwa video yang diunggahnya adalah palsu atau telah dimanipulasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Ia meminta kepada pihak-pihak yang percaya bahwa video tersebut tidak asli untuk melaporkannya agar dapat dilakukan pemeriksaan forensik digital.

“Jika ada yang meyakini bahwa video itu palsu, dibuat menggunakan teknologi AI, atau dimanipulasi untuk memfitnah, silakan laporkan ke polisi agar keasliannya bisa diperiksa dengan metode forensik digital,” tulis Sarwendah dalam unggahannya yang diposting pada Selasa, 13 Oktober 2026.

Ruben Onsu, melalui kuasa hukumnya, Minola Sebayang, akhirnya mengangkat permasalahan video call tersebut ke ranah hukum. Laporan ini muncul setelah rekaman yang diunggah Sarwendah menarik perhatian publik secara luas.

Sebelum isu video ini menjadi sorotan, Ruben sempat mengungkapkan dugaan adanya buzzer berbayar yang menyerang dirinya di media sosial. Sarwendah kemudian memposting rekaman video call yang diduga melibatkan Ruben dan seorang pria, yang memicu perdebatan baru di kalangan netizen.

Minola menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menjadikan isi video sebagai titik utama permasalahan. Menurutnya, aspek bagaimana rekaman itu diperoleh dan disebarluaskan perlu mendapatkan perhatian yang serius.

Dengan situasi yang semakin memanas, kedua pihak kini terlibat dalam perdebatan hukum yang memerlukan penyelesaian. Sarwendah tetap menunjukkan ketegasan dengan mengajak pihak yang meragukan keasliannya untuk melakukan klarifikasi melalui jalur resmi.

Kondisi ini mencerminkan bagaimana media sosial dapat menjadi arena konflik yang kompleks, di mana informasi dapat dengan mudah dibagikan dan dilihat oleh banyak orang. Dalam konteks ini, penting bagi semua pihak untuk tetap bijaksana dalam menyebarluaskan informasi dan menghadapi tuduhan yang muncul.

Sebagaimana yang terlihat dalam kasus ini, langkah hukum yang diambil oleh Ruben Onsu menunjukkan bahwa ia serius dalam membela nama baiknya. Dengan dukungan kuasa hukum yang kompeten, ia berupaya untuk mendapatkan keadilan atas apa yang dianggapnya sebagai pencemaran nama baik.

Sementara itu, Sarwendah juga menunjukkan sikap proaktif dalam menanggapi situasi yang dihadapinya. Dengan mengajak pihak-pihak yang meragukan keasliannya untuk melakukan pemeriksaan forensik digital, ia berusaha untuk membuktikan kebenaran dari video yang telah dipermasalahkan.

Kedua belah pihak kini berada dalam posisi yang saling menuntut, membuat situasi semakin rumit. Di satu sisi, ada keinginan untuk membersihkan nama baik, dan di sisi lain, ada tantangan untuk membuktikan apa yang benar di hadapan hukum.

Dalam perkembangan selanjutnya, kita akan melihat bagaimana proses hukum ini akan berlangsung. Apakah akan ada fakta baru yang terungkap? Ataukah proses ini hanya akan berlanjut tanpa hasil yang jelas? Hanya waktu yang akan menjawab semua pertanyaan ini.

    ➡️ Baca Juga: Prabowo Menawarkan Diri Sebagai Mediator Iran-AS, Respons Dubes Iran yang Menarik

    ➡️ Baca Juga: Fakta Lengkap Perceraian Sara Wijayanto dan Demian Aditya, Penyebab Tanpa KDRT atau Orang Ketiga

    Related Articles

    Back to top button