Legislator DPR Desak Penyelenggara Tanggung Jawab atas Hadiah Miras untuk Hafalan Surat Ad-Dhuha

Jakarta – Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, secara tegas mengutuk upaya promosi minuman beralkohol merek Newport yang berlangsung dalam festival musik The Sounds Project di Jakarta Utara.
Kontroversi ini muncul setelah penyelenggara acara mengadakan tantangan hafalan Surah Ad-Dhuha dengan imbalan sebotol minuman keras.
Maman menilai tindakan tersebut sebagai tindakan yang sangat tidak pantas, karena mengaitkan ayat suci Al-Qur’an dengan promosi produk minuman beralkohol.
Menurutnya, praktik ini tidak hanya melanggar etika, tetapi juga menyakiti hati umat Islam serta menunjukkan penghinaan terhadap kesucian Al-Qur’an.
“Saya sangat mengecam tindakan tersebut. Mengaitkan hafalan Surah Ad-Dhuha dengan hadiah berupa minuman keras adalah perilaku yang sangat tercela. Ayat suci Al-Qur’an seharusnya tidak diperlakukan sebagai alat permainan atau gimmick untuk kepentingan promosi barang,” tegas Maman dalam keterangannya pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Maman menekankan bahwa setiap kegiatan promosi dalam festival atau acara hiburan harus tetap memperhatikan etika, norma agama, dan nilai-nilai sosial yang berlaku. Kebebasan dalam berkreasi dan pemasaran tidak seharusnya mengabaikan sensitivitas yang ada.
“Promosi tentu diperbolehkan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang beretika dan menghormati norma keagamaan. Kreativitas jangan sampai berubah menjadi tindakan yang merendahkan atau menyinggung kesucian agama,” tambahnya.
Politisi dari PKB ini juga mendesak penyelenggara acara dan pihak promosi untuk memberikan klarifikasi serta mempertanggungjawabkan tindakan mereka secara terbuka.
“Penyelenggara dan pelaku promosi harus bertanggung jawab atas perbuatan ini. Diperlukan evaluasi dan penjelasan yang transparan mengenai bagaimana kegiatan semacam ini bisa terjadi,” ujarnya.
Ia berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh penyelenggara acara serta tim pemasaran di ruang publik agar tidak mengorbankan nilai-nilai agama demi mengejar perhatian publik.
“Jangan sampai demi mendapatkan perhatian dan viralitas, nilai-nilai agama dikorbankan. Hal ini perlu menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa promosi yang tidak beretika dan melanggar norma agama tidak boleh terulang,” tandas Maman.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Mengatasi Penundaan Tugas untuk Meningkatkan Produktivitas Harian Anda
➡️ Baca Juga: Netizen Curiga Marshanda Sudah Menikah Diam-diam dengan Ivan Gunawan




