Akun Buku Putih MBG Ungkap Proses Verifikasi Mitra BGN menjelang Sidang

Jakarta – Mekanisme yang digunakan untuk memverifikasi mitra dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) baru-baru ini menarik perhatian publik setelah akun media sosial @bukuputihmbg membagikan informasi mengenai hal ini di TikTok.
Dalam unggahannya, akun Buku Putih MBG menguraikan secara rinci proses pendataan yayasan serta pengajuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Proses ini melibatkan penggunaan Microsoft Excel dan melibatkan ratusan personel untuk memastikan bahwa verifikasi berjalan dengan efektif.
Kepada masyarakat, sorotan mengenai mekanisme ini muncul pada saat berlangsungnya penyelidikan terkait dugaan tindak korupsi yang melibatkan pengelolaan program MBG untuk tahun 2025–2026.
Kejaksaan Agung telah meneruskan kasus yang berkaitan dengan BGN ke Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat dan persidangan dijadwalkan akan segera berlangsung.
Akun Buku Putih MBG menjelaskan bahwa pelaksanaan program prioritas yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto ini dilakukan di tengah tantangan berupa keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana, serta waktu yang tersedia.
Dalam unggahan tersebut, terdapat informasi mengenai perubahan dalam komposisi tim verifikasi, tata cara pemeriksaan calon mitra, serta penyesuaian prosedur untuk memenuhi target penerima manfaat yang telah ditetapkan.
“Dengan semua keterbatasan yang ada, baik dari segi anggaran, sarana-prasarana, maupun waktu, program prioritas Presiden Prabowo Subianto Makan Bergizi Gratis atau MBG secara resmi mulai dilaksanakan pada Senin, 6 Januari 2025,” demikian bunyi keterangan dalam postingan akun Buku Putih MBG yang dikutip pada 10 Oktober 2026.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan, tim verifikasi dibentuk pertama kali pada 16 Desember 2024. Pada saat itu, proses pendataan calon mitra masih dilakukan secara manual dengan menggunakan Microsoft Excel.
Para verifikator melakukan komunikasi dengan calon mitra melalui Zoom Meeting untuk memastikan kesiapan fasilitas dapur, termasuk ketersediaan kompor, penanak nasi, dandang, serta alat pendukung lainnya.
Hasil dari pemeriksaan tersebut kemudian dikumpulkan dalam bentuk berita acara yang menjadi dasar dalam penyusunan data calon kepala SPPG dan penetapan yayasan yang berhak menerima bantuan dari pemerintah.
Setelah personel berada di lokasi, dilakukan pengecekan fisik untuk memastikan kesiapan operasional dapur. Hasil pengecekan ini kemudian dilaporkan kepada pimpinan melalui aplikasi WhatsApp.
Akun tersebut juga menyampaikan bahwa tidak semua SPPG yang diperiksa langsung dinyatakan siap untuk beroperasi. Beberapa pengajuan harus ditunda karena masih memerlukan perbaikan yang diperlukan.
Pada akhir Desember 2024, tercatat sebanyak 47 SPPG menjalani uji coba antara tanggal 22 hingga 28 Desember, sedangkan 190 SPPG lainnya dipersiapkan untuk memulai operasional pada tahun 2025.
Perubahan signifikan terjadi ketika BGN mengembangkan Portal Mitra (mitra.bgn.go.id). Namun, karena portal tersebut masih dalam tahap pengembangan, proses pendataan dan verifikasi tetap mengandalkan Microsoft Excel. Portal Mitra baru dapat digunakan pada awal April 2025, sebelum komposisi tim verifikasi kembali mengalami perubahan pada 4 Juni 2025.
➡️ Baca Juga: Harga Nikel Stabil di Angka US$17 Ribu Per Ton Pasca Pengurangan Produksi oleh ESDM
➡️ Baca Juga: Transjakarta Rincikan Kronologi dan Penyebab Konflik Pramudi BRT dengan Pengemudi BYD




