26 Penasihat Prabowo Mulai Bekerja, Wantimpres Siapkan 6 Bidang Kerja yang Penting

Jakarta – Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) telah mulai merancang mekanisme kerja setelah pelantikan semua anggotanya oleh Presiden Prabowo Subianto. Pada rapat pleno pertamanya, Wantimpres menguraikan rencana untuk membentuk enam bidang kerja yang akan menjadi dasar pembagian tugas di dalam lembaga ini.
Rapat pleno pertama berlangsung di Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, pada Kamis (8/10/2026). Ketua Wantimpres, Pratikno, menyatakan bahwa pembagian bidang-bidang tersebut masih bersifat sementara dan memerlukan pembahasan lebih lanjut sebelum ditetapkan secara resmi.
Pratikno menjelaskan, “Kami sepakat bahwa pembagian bidang kerja tidak harus kaku, karena banyak isu yang bersifat lintas sektor yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, kita akan tetap fleksibel dalam penentuan bidang kerja.”
Menurut Pratikno, enam bidang kerja yang diusulkan masih dapat disesuaikan dengan kebutuhan Wantimpres. Hal ini berarti bahwa susunan yang dibahas dalam pertemuan tersebut belum merupakan keputusan final.
“Ini masih terbuka untuk diskusi lebih lanjut,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, dihadiri oleh 23 dari total 26 anggota Wantimpres yang telah dilantik oleh Prabowo. Pertemuan ini tidak hanya fokus pada pembagian bidang, tetapi juga membahas mekanisme kerja lembaga yang bertugas memberikan nasihat serta pertimbangan kepada Presiden.
Pratikno menyebutkan bahwa Wantimpres membahas berbagai aspek, mulai dari ketentuan perundang-undangan, regulasi yang relevan, hingga tata kerja dan dukungan birokrasi yang diperlukan untuk menjalankan tugas lembaga ini secara efektif.
“Kami membahas mengenai pemahaman terhadap undang-undang terkait Wantimpres, serta peraturan dan regulasi yang berlaku. Selain itu, kami juga membahas mengenai tata kerja dan dukungan birokrasi untuk menunjang efektivitas kinerja Wantimpres,” ungkapnya.
Selain membentuk bidang kerja, Wantimpres juga mengeksplorasi kemungkinan pembentukan satuan tugas atau task force. Mekanisme untuk menyampaikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden juga menjadi agenda penting dalam rapat tersebut.
Pratikno menekankan pentingnya memiliki mekanisme kerja yang memungkinkan lembaga ini memberikan pertimbangan dengan cepat. Hal ini berlaku baik untuk inisiatif dari Wantimpres maupun dalam situasi di mana Presiden meminta masukan.
“Bagaimana kita dapat bekerja dengan cepat, terutama jika ada hal-hal mendesak yang perlu kami sampaikan kepada Bapak Presiden, atau ketika Bapak Presiden meminta pertimbangan dari Wantimpres, kami juga harus siap untuk memberikan respons yang cepat,” jelasnya.
Untuk mendukung mekanisme kerja yang efisien, Wantimpres akan mengadakan rapat pleno secara rutin setiap bulan. Selain itu, juga akan diadakan rapat bidang dan rapat pimpinan sesuai dengan kebutuhan yang ada.
➡️ Baca Juga: Chery Omoda 5 Mendapat Sorotan, Penjualan di Indonesia Ternyata Mengejutkan
➡️ Baca Juga: Donald Trump Dihadapkan pada Gugatan Terkait Penggunaan Anggaran Negara untuk Kampanye




