Trump Berencana Hentikan Perang, Netanyahu Tegaskan Serangan Terhadap Iran Berlanjut

Amerika Serikat dan Israel tampaknya mengalami pergeseran pandangan terkait strategi mereka dalam menghadapi konflik di Iran. Sementara Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negara tersebut bisa menghentikan serangan militer terhadap Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu mendatang, bahkan tanpa adanya kesepakatan dari pihak Teheran, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan melanjutkan serangan militernya. Netanyahu berkomitmen untuk terus berupaya menghancurkan rezim Iran.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa Iran bersedia mengakhiri perang, asalkan para lawan mereka menjamin bahwa konflik tidak akan terulang di masa depan.
Bagaimana sebenarnya pernyataan kedua pemimpin tersebut? Dalam sebuah laporan yang dirilis pada Rabu, 1 April 2026, Trump mengungkapkan bahwa AS dapat menghentikan serangan militer mereka terhadap Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu, tanpa memerlukan kesepakatan dari Teheran sebagai prasyarat untuk meredakan ketegangan.
“Kami akan segera pergi,” tegasnya saat memberikan pernyataan di Gedung Putih pada hari Selasa.
Trump menambahkan bahwa proses penarikan pasukan dapat dilakukan dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan.
“Mungkin saja dalam dua minggu, mungkin juga tiga,” ungkapnya lebih lanjut.
Ketika ditanya apakah keberhasilan diplomasi dengan Iran menjadi syarat bagi AS untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai Operation Epic Fury, Trump menegaskan bahwa hal tersebut tidak diperlukan.
“Iran tidak perlu membuat kesepakatan, tidak,” ujarnya. “Tidak, mereka tidak perlu bernegosiasi dengan saya.”
Sebelumnya, Trump sempat bimbang mengenai apakah Washington akan meningkatkan intensitas konflik yang dapat mengguncang ekonomi global, dengan pilihan untuk menurunkan pasukan darat AS atau mengakhiri konflik melalui negosiasi dengan Teheran. Ia bahkan pernah memberikan ancaman untuk memperkuat operasi militer jika Teheran menolak menerima kerangka gencatan senjata 15 poin yang diajukan AS, yang mencakup permintaan agar Iran tidak mengembangkan senjata nuklir, menghentikan semua pengayaan uranium, serta membuka kembali Selat Hormuz secara penuh.
Namun, pada hari Selasa, Trump menekankan bahwa tanggung jawab untuk menjaga jalur strategis tersebut seharusnya dipegang oleh negara-negara yang bergantung padanya, bukan oleh AS.
“Tidak ada alasan bagi kami untuk melakukannya,” tegasnya.
Keputusan Trump ini diambil setelah beberapa hari mengalami frustrasi akibat ketidakbersediaan sekutu-sekutunya untuk memberikan dukungan lebih dalam upaya perang AS. Pada hari yang sama, ia juga menyarankan kepada Inggris dan sekutu-sekutu Eropa untuk mencari solusi energi mereka sendiri.
➡️ Baca Juga: Review Aplikasi Fintech Pinjaman Online yang Paling Aman dan Terpercaya
➡️ Baca Juga: Freelance Kreatif: Transformasi Hobi Menjadi Pendapatan Online yang Stabil dan Berkelanjutan




