Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
berita

Gus Alex Tegaskan Tidak Ada Aliran Uang Korupsi Kuota Haji ke Yaqut, Ini Penjelasan KPK

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tanggapan terkait pernyataan dari tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji, Ishfah Abidal Aziz yang lebih dikenal sebagai Gus Alex.

Gus Alex sebelumnya menyatakan dengan tegas bahwa tidak ada instruksi atau aliran dana yang berkaitan dengan kasus korupsi kuota haji yang mengarah kepada mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, atau yang akrab disapa Gus Yaqut.

Menanggapi hal tersebut, KPK memastikan bahwa semua informasi yang disampaikan oleh Gus Alex akan terungkap secara jelas di dalam persidangan yang akan datang.

“Dalam persidangan nanti, seluruh rincian akan diungkap, termasuk bagaimana konstruksi kasus ini, tindakan melawan hukum yang dilakukan oleh para tersangka, serta peran masing-masing dalam proses diskresi atau dugaan penerimaan dana dari Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK),” ungkap Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, saat berbicara kepada wartawan pada Rabu, 18 Maret 2026.

Budi juga mengajak masyarakat untuk mengikuti perkembangan kasus kuota haji yang kini telah memasuki tahap persidangan.

“Diharapkan masyarakat dapat mengikuti dan mencermati setiap fakta yang muncul dalam proses persidangan,” tambahnya.

Sebagai informasi, pada 9 Agustus 2025, KPK mulai menyelidiki kasus dugaan korupsi yang berkaitan dengan kuota haji Indonesia untuk tahun 2023-2024.

Kemudian, pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan hasil awal yang menunjukkan kerugian negara akibat kasus ini mencapai lebih dari Rp1 triliun. Selain itu, tiga orang telah dicegah untuk melakukan perjalanan ke luar negeri selama enam bulan ke depan.

Mereka yang mendapatkan larangan tersebut adalah Yaqut, Gus Alex yang merupakan staf khusus Yaqut, serta Fuad Hasan Masyhur, pemilik biro penyelenggara haji Maktour.

Pada 9 Januari 2026, KPK mengumumkan bahwa dua dari tiga individu yang dicegah tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji, yaitu Yaqut dan Gus Alex.

Namun, Yaqut mengajukan permohonan praperadilan terhadap status tersangkanya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada 10 Februari 2026, dengan nomor perkara 19/Pid.Pra/2026/PN JKT.SEL.

Selanjutnya, pada 19 Februari 2026, KPK mengumumkan bahwa perpanjangan larangan bepergian ke luar negeri hanya berlaku untuk Yaqut dan Gus Alex, sementara Fuad tidak diperpanjang.

Pada 27 Februari 2026, KPK menyatakan bahwa mereka telah menerima laporan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengenai kerugian keuangan negara yang diakibatkan oleh kasus kuota haji. Kemudian, pada 4 Maret 2026, KPK mengumumkan bahwa kerugian negara akibat kasus ini mencapai Rp622 miliar.

    ➡️ Baca Juga: Peluang Bisnis Jasa Cuci Karpet Panggilan untuk Meningkatkan Pendapatan Rumahan

    ➡️ Baca Juga: Gencatan Senjata Iran-AS Rentan, Teheran Siap Menghadapi Berbagai Skenario

    Related Articles

    Back to top button