Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
bisnis

OJK Melaporkan 1,8 Juta Investor Baru di Pasar Modal RI dengan Transaksi Harian Rp25 Triliun

Jakarta – Antusiasme masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal tetap tinggi. Di tengah berbagai tantangan global dan fluktuasi indeks, keikutsertaan investor domestik justru menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa jumlah investor yang bergabung di pasar modal meningkat sebanyak 1,8 juta hingga 25 Februari 2026. Dengan pertumbuhan ini, total jumlah investor di pasar modal Indonesia mencapai 22,88 juta, mengalami kenaikan sebesar 12,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kenaikan jumlah investor baru ini berkontribusi pada peningkatan aktivitas perdagangan saham. Pada Februari 2026, rata-rata nilai transaksi harian saham tercatat mencapai Rp25,62 triliun, melanjutkan tren positif transaksi yang telah berada di atas Rp20 triliun per bulan sejak Agustus 2025.

Hasan Fawzi, Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, menyatakan bahwa tekanan di pasar saham domestik mulai berkurang pada bulan Februari. Meskipun partisipasi investor ritel mengalami penurunan dari 58 persen menjadi 53 persen, mereka masih mendominasi transaksi pasar.

Dari sisi aliran dana asing, investor non-residen mencatatkan net buy sebesar Rp0,36 triliun pada Februari 2026. Ini merupakan perubahan signifikan dibandingkan dengan Januari 2026 yang mengalami net sell sebesar Rp9,88 triliun.

Namun, OJK tetap waspada terhadap volatilitas pasar yang mungkin terjadi pada awal Maret 2026, terutama akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Hasan menegaskan bahwa OJK akan terus memantau pergerakan pasar dan berkoordinasi dengan Self-Regulatory Organization (SRO) untuk menerapkan kebijakan yang diperlukan.

Di pasar obligasi, indeks komposit ICBI mengalami kenaikan sebesar 0,45 persen month to date (mtd) dan 0,29 persen year to date (ytd), mencapai 442,12 pada 27 Februari 2026. Rata-rata imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) juga meningkat sebesar 1,76 basis poin mtd dan 10,04 basis poin ytd.

Sementara itu, investor non-residen di pasar SBN tercatat mengalami net sell sebesar Rp3,35 triliun secara mtd. Di sisi lain, di pasar obligasi korporasi, net sell yang terjadi tercatat sebesar Rp0,30 miliar mtd.

Di tengah ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah, sektor pengelolaan investasi menunjukkan hasil yang positif. Nilai total aset yang dikelola (Asset Under Management/AUM) mencapai Rp1.115,71 triliun per 26 Februari 2026, mengalami kenaikan 1,11 persen mtd dan 7 persen ytd.

Nilai aktiva bersih (NAB) dari reksa dana mencapai Rp726,26 triliun, tumbuh sebesar 3,55 persen mtd dan 7,54 persen ytd. Pertumbuhan ini didorong oleh net subscription reksa dana yang tercatat sebesar Rp16,09 triliun mtd, atau Rp43,12 triliun ytd.

    ➡️ Baca Juga: Patrick Kluivert Bergabung dengan Suriname Setelah Berpisah dari Timnas Indonesia Bersama Seedorf

    ➡️ Baca Juga: Peluang Kerja Sampingan Freelance yang Minim Persaingan di Pasar Digital Modern

    Related Articles

    Back to top button