Super scatter mengusung konsep grafis dinamis dengan tampilan modern

PGSoft berikan bagi-bagi bonus cosmic lightning parade dengan sensasi baru

Super scatter bagikan hadiah kemerdekaan scatter prosper adventure dengan peluang menarik

Transformasi teknologi global mahjong ways membantu memahami studi evolusi big data berbasis ai

Starlight princess menggabungkan unsur bintang dan fantasi

Starlight princess dan perjalanan popularitasnya di komunitas mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus eternal lightning parade dengan sensasi baru

Ulasan slot online playtech dengan variasi pola dan server teruji

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus zeus star adventure dengan hadiah berlimpah

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden glory adventure dengan hadiah berlimpah

Super scatter hadirkan bagi-bagi kejutan lucky jewel path dengan hadiah melimpah

Super scatter mengusung tampilan cerah dengan konsep grafis yang dinamis

Starlight princess menyuguhkan pemandangan galaksi dengan gaya fantasi

Ulasan teknis mengapa game grid sangat populer

PGSoft berikan bagi-bagi bonus ruby lightning parade dengan sensasi baru

Wild Bounty hadirkan bagi-bagi kejutan lucky glory parade dengan kejutan istimewa

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus golden star adventure dengan hadiah berlimpah

Wild Bandito dan pengalaman bermain yang dibagikan komunitas mbg

depo 10k depo 10k
lifestyle

Pembentukan Karakter dan Softskill: Kunci Penting Masa Depan Anak yang Lebih Baik

Jakarta – Pembentukan karakter anak di usia dini semakin mendapat perhatian serius, terutama di tengah tuntutan keterampilan yang diperlukan di abad ke-21. Seiring dengan perubahan kebutuhan dunia kerja, perusahaan kini lebih mengutamakan softskill, menjadikan kemampuan akademik saja tidak cukup untuk menjamin masa depan yang sukses bagi anak-anak.

Di era yang semakin kompleks ini, anak-anak dituntut untuk memiliki lebih dari sekadar prestasi akademik. Kemampuan untuk berempati, bekerja sama, dan memahami lingkungan di sekitarnya menjadi bekal yang sangat berharga dalam mempersiapkan mereka menghadapi tantangan di masa depan.

Rhea Danaparaminta, Direktur Pemasaran English 1, menyatakan bahwa keterampilan yang diperlukan di abad ini jauh lebih luas dibandingkan hanya kemampuan berbicara dan percaya diri. Ia mengingatkan orang tua untuk mulai menanamkan sikap peduli dan empati pada anak-anak mereka sejak usia dini.

“Membangun rasa peduli ini harus dimulai dari usia muda. Anak harus mampu menunjukkan empati terhadap orang lain,” ujar Rhea dalam acara penggalangan dana bertajuk English 1 Unite for Sumatra di Jakarta pada Rabu, 1 April 2026.

Ia menekankan bahwa empati mengajarkan anak untuk menyadari bahwa kehidupan tidak hanya berputar di sekeliling diri mereka sendiri. Tanpa adanya empati dan kolaborasi, percaya diri dan kemampuan komunikasi yang dimiliki anak tidak akan memberikan dampak yang signifikan.

“Rasa percaya diri dan kemampuan berbicara tidak akan memberikan dampak yang berarti tanpa diimbangi dengan empati dan kolaborasi. Oleh karena itu, kami berusaha keras untuk menanamkan nilai-nilai ini,” tambah Rhea.

Lebih lanjut, Rhea menjelaskan bahwa pembentukan karakter tidak bisa sepenuhnya ditanggung oleh institusi pendidikan. Peran orang tua sangat krusial dalam menanamkan nilai-nilai ini, yang harus didukung oleh lingkungan belajar yang positif agar anak dapat berkembang dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan emosional.

“Proses pembentukan karakter tidak hanya dimulai di sekolah, tetapi juga dari rumah. Kami sebagai lembaga pendidikan berfungsi sebagai perpanjangan tangan orang tua dalam membangun karakter anak,” lanjutnya.

Rhea juga menambahkan bahwa nilai-nilai empati dan kolaborasi dapat ditanamkan melalui berbagai kegiatan sosial, seperti program donasi dan pembelajaran kolaboratif. Salah satu contohnya adalah program Junior Learning Buddies dari English 1, yang melibatkan siswa untuk mengajar anak-anak yang terdampak bencana di Sumatera, khususnya mereka yang berada di level B1 (intermediate) dan berusia 9-10 tahun.

Dengan berbagai upaya ini, diharapkan anak-anak tidak hanya memiliki kecerdasan akademis, tetapi juga kemampuan interpersonal yang kuat untuk menghadapi tantangan di masa depan. Pembentukan karakter dan softskill menjadi pondasi penting yang akan membentuk generasi yang lebih baik dan berdaya saing tinggi.

Setiap orang tua dan pendidik memiliki tanggung jawab dalam mendidik anak agar mereka menjadi individu yang tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki empati dan kemampuan untuk bekerja sama. Dengan demikian, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks dan beragam.

    ➡️ Baca Juga: Dampak Blokade Selat Hormuz oleh Iran Terhadap Respons Uni Eropa dan Rusia

    ➡️ Baca Juga: Campak Pada Dewasa: Pentingnya Mengenali Gejala dan Tindakan yang Tepat

    Related Articles

    Back to top button