Menlu Sugiono Terima Laporan Terkait 3 Prajurit TNI Terluka di Lebanon oleh UNIFIL

Jakarta – Menteri Luar Negeri Sugiono baru saja menerima laporan terkini mengenai kondisi tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian di Lebanon, yang mengalami luka akibat insiden kekerasan di wilayah tersebut.
“Semalam, saya mendapatkan informasi bahwa tiga prajurit TNI mengalami cedera, mirip dengan dua insiden yang terjadi sebelumnya,” ungkap Sugiono kepada awak media, saat dihubungi pada Minggu, 5 April 2026.
Penambahan jumlah korban luka ini semakin memperpanjang daftar anggota TNI yang terdampak akibat meningkatnya ketegangan keamanan di Lebanon, setelah sebelumnya tiga prajurit telah kehilangan nyawa saat menjalankan misi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sugiono menjelaskan bahwa saat ini, pihak berwenang di PBB tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden yang baru terjadi ini.
“Itu masih dalam tahap investigasi oleh UNIFIL,” tambah Sugiono mengenai status pemeriksaan terkait peristiwa yang baru dilaporkan.
Sebelumnya, tiga prajurit TNI yang terlibat dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon telah gugur akibat meningkatnya konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Selain menewaskan tiga prajurit, dua insiden terpisah yang terjadi pada tanggal 29 dan 30 Maret 2026 juga mengakibatkan lima prajurit lainnya mengalami luka-luka akibat serangan bersenjata atau ledakan di area operasi tersebut.
Dengan laporan terbaru dari Menlu Sugiono, total prajurit TNI yang terdampak dalam konflik di Timur Tengah kini mencakup tiga korban jiwa dan delapan lainnya mengalami luka, baik ringan maupun berat.
Tiga prajurit TNI yang hilang nyawa dalam insiden tersebut adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
➡️ Baca Juga: Israel Bunuh Komandan Angkatan Laut IRGC Alireza Tangsiri, Tuding Dalang Penutupan Selat Hormuz
➡️ Baca Juga: Newcastle Naik ke Posisi Ketiga Setelah Hancurkan Crystal Palace 5-0




