Lukaku Rayakan Gol Pertama Musim Ini di Menit 96 Sebagai Penghormatan untuk Sang Ayah

Air mata Romelu Lukaku mengalir deras saat ia akhirnya berhasil mencetak gol pertamanya musim ini. Gol dramatis yang ia lesakkan pada menit ke-96 ke gawang Hellas Verona bukan hanya menjadi penentu kemenangan bagi SSC Napoli, tetapi juga merupakan ekspresi emosional mendalam yang ia rasakan sejak kepergian ayahnya pada bulan September lalu.
Setelah memastikan kemenangan di pertandingan akhir pekan itu, striker asal Belgia ini langsung disambut pelukan hangat dari rekan-rekannya. Selebrasi yang dilakukannya pun penuh makna. Lukaku melepas jersey-nya dan menggunakannya untuk menghapus air mata, meskipun ia tetap mendapat kartu kuning dari wasit akibat tindakannya tersebut.
Musim ini menjadi salah satu fase paling kelam dalam kehidupan Lukaku. Ayahnya, Roger Lukaku, meninggal dunia pada usia 58 tahun. Kehilangan ini semakin terasa berat, karena Lukaku dan adiknya, Jordan, mengaku mengalami pemerasan terkait proses pemulangan jenazah ayah mereka.
Akibat dari situasi yang tidak menguntungkan tersebut, prosesi pemakaman ayah mereka akhirnya dilaksanakan di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo—tanah kelahiran sang ayah—sementara Lukaku tidak dapat menghadirinya.
“Sepak bola telah memberikan segalanya untuk saya. Namun, kehilangan ayah seperti ini menjadi beban yang saya rasakan setiap hari,” ungkap Lukaku kepada DAZN.
“Sekarang saya harus melanjutkan hidup demi anak-anak saya, demi saudara saya, dan demi Napoli yang telah memberikan banyak hal kepada saya. Sebelum bergabung dengan Napoli, saya merasa seolah sudah kehilangan semangat hidup,” tambahnya.
Tidak hanya menghadapi duka, Lukaku juga harus berjuang melawan cedera hamstring yang cukup parah, yang memaksanya absen dalam waktu yang cukup lama. Laga melawan Verona tersebut menjadi penampilan keenamnya di musim ini, dan semuanya dilakukan sebagai pemain pengganti.
Gol yang dicetaknya terasa sangat emosional, karena itu adalah gol pertamanya di musim ini dan juga yang pertama sejak ditinggal ayahnya. Momen ini seolah menjadi titik balik bagi penyerang berusia 32 tahun tersebut.
Pelatih Napoli, Antonio Conte, yang dikenal dengan sifat tegasnya, turut merasakan keharuan melihat perjuangan Lukaku.
“Saya akan membawa pelajaran dari musim ini sepanjang karier saya. Banyak situasi baru yang harus saya hadapi. Kita perlu mengakui sisi kemanusiaan dan mencari kata-kata yang tepat untuk situasi seperti ini,” kata Conte.
Di klasemen sementara Serie A, Napoli memang mengalami kesulitan untuk mengulangi kesuksesan yang diraih di musim lalu. Saat ini, mereka berada di posisi ketiga dan tertinggal jauh dari Inter Milan.
➡️ Baca Juga: Dewa United Lakukan Rotasi Pemain Hadapi Bhayangkara FC di Manila Digger Malam Ini
➡️ Baca Juga: Dokter Peringatkan Potensi Lonjakan Penyakit Pernapasan



