Jennifer Coppen Tanggapi Hujatan Terkait Polemik Malaysia-Indonesia dengan Tegas dan Profesional

Jennifer Coppen akhirnya menunjukkan sikap tegas setelah putrinya, Kamari, menjadi target hujatan di dunia maya. Menurut Jennifer, putrinya tidak memiliki keterlibatan atau pemahaman mengenai polemik yang tengah hangat dibicarakan di media sosial.
Jennifer mengungkapkan bahwa ia tidak mempermasalahkan serangan verbal yang ditujukan kepadanya. Namun, ia merasa tidak bisa berdiam diri ketika kritik dan hinaan mulai melibatkan Kamari, yang masih berusia anak-anak.
“Namun jika Anda menghina seorang anak yang tidak bersalah, Anda adalah manusia paling menjijikkan,” tulis Jennifer dalam sebuah utas di Threads, yang dikutip pada Minggu (4/10/2026).
Kemarahan Jennifer muncul di tengah kontroversi yang melibatkan namanya dengan sejumlah netizen dari Malaysia. Sebelumnya, Jennifer dituduh telah merendahkan Malaysia setelah memberikan tanggapan terhadap komentar yang muncul pasca hasil fase grup FIFA ASEAN Cup 2026.
Situasi ini bermula ketika Malaysia meraih kemenangan telak 6-0 atas Singapura dalam pertandingan terakhir Grup A pada Kamis (1/10/2026). Meskipun meraih kemenangan besar, Malaysia gagal melaju ke final karena kalah dalam produktivitas gol dibandingkan Timnas Indonesia.
Di sisi lain, Timnas Indonesia menang dengan skor 9-2 atas Bangladesh. Indonesia dan Malaysia sama-sama mengumpulkan empat poin dengan selisih gol +9.
Namun, Timnas Indonesia berada di posisi teratas berkat total 11 gol yang dicetak selama fase grup, sementara Malaysia hanya mengoleksi sembilan gol.
Hasil pertandingan ini memicu beragam reaksi di media sosial. Jennifer diketahui turut merespons salah satu komentar yang dinilai sarkastis dan sebelumnya ditujukan kepada Indonesia.
Jennifer membantah tuduhan bahwa dirinya adalah pihak yang memulai konflik. Ia bahkan memperlihatkan video dan komentar yang dianggapnya dapat menjelaskan bagaimana perdebatan tersebut dimulai.
“Saya akan memberikan fakta, siapa yang memulai terlebih dahulu dalam video TikTok ini?” tulis Jennifer.
Ia kemudian mempertanyakan alasan mengapa tanggapannya dianggap sebagai serangan terhadap Malaysia. Jennifer merasa bahwa ia hanya memberikan respons dengan nada yang sama terhadap komentar yang diterimanya.
“Ketika saya membalas dengan sarkas, mengapa semua orang merasa tersakiti? Padahal saya hanya membalas tanpa mencaci,” tambahnya.
Jennifer juga menegaskan bahwa ia tidak memiliki masalah dengan masyarakat Malaysia secara keseluruhan. Ia hanya berharap agar Indonesia dan pemain Timnas tidak dihina.
➡️ Baca Juga: Kemampuan Kerajinan Tangan untuk Meningkatkan Daya Saing di Pasar Ekspor
➡️ Baca Juga: Morgan Stanley Raih Lonjakan Laba Berkat Kekuatan Perdagangan Saham yang Meningkat




