Gema Keadilan Mengunjungi Markas Golkar, Apa yang Terjadi di Balik Kunjungan Ini?

Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) baru saja menerima kunjungan dari Dewan Pimpinan Pusat Gema Keadilan, organisasi sayap pemuda yang berafiliasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kunjungan ini menjadi momen penting bagi kedua kelompok dalam menjalin hubungan yang lebih erat.
Acara tersebut berlangsung di Markas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang terletak di Jakarta Barat. Lokasi ini menjadi saksi dari dialog yang produktif dan kolaboratif antara dua organisasi pemuda yang memiliki visi dan misi berbeda namun saling melengkapi.
Kunjungan lintas partai ini lebih dari sekadar ajang silaturahmi. Pertemuan ini berhasil menghasilkan berbagai gagasan kolaborasi yang konkret, mencakup pendidikan politik, isu lingkungan, kedaulatan energi, dan aksi kemanusiaan global untuk Palestina. Ini menunjukkan komitmen kedua organisasi untuk berkontribusi dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Delegasi DPP Gema Keadilan dipimpin oleh Ketua Umum H. Rahmat Saleh, didampingi Sekjen Susanto Triyogo dan pengurus lainnya. Kehadiran mereka di markas Golkar menandakan niat serius dalam membangun kerja sama yang saling menguntungkan antara partai politik.
Mereka disambut dengan hangat oleh Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus, Sekjen Ubaidillah, Bendahara Umum M. Faqih, serta jajaran pengurus AMPG lainnya. Suasana akrab ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk diskusi yang mendalam dan konstruktif.
Salah satu terobosan utama yang dihasilkan dalam pertemuan ini adalah inisiasi ‘Akademi Politik Anak Muda’. Program ini bertujuan untuk menjadi tempat pembelajaran bagi generasi muda dalam memahami dinamika politik, proses pengambilan keputusan, dan perumusan kebijakan publik. Ini merupakan langkah strategis dalam memberdayakan pemuda.
“Pemuda tidak boleh hanya dianggap sebagai objek politik, namun harus diberi ruang untuk belajar dan berkontribusi,” ungkap Said Aldi. Pernyataannya mencerminkan pentingnya peran aktif pemuda dalam politik dan pengambilan keputusan.
Dia menekankan perlunya memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berpartisipasi, baik di lingkungan partai maupun di dalam parlemen. Dengan cara ini, diharapkan pemuda dapat berkontribusi secara signifikan dalam proses politik.
Diskusi tidak hanya terbatas pada isu politik, tetapi juga menyentuh aspek fundamental perekonomian negara, seperti kedaulatan energi. Merujuk pada Pasal 33 UUD 1945, kedua organisasi sepakat bahwa anak muda harus terlibat dalam pengawasan pengelolaan sumber daya alam agar dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat dan menjaga ketahanan nasional.
Kepedulian terhadap masa depan lingkungan juga menjadi fokus utama dalam pertemuan ini. Mengambil momentum Hari Sumpah Pemuda, AMPG dan Gema Keadilan berencana untuk menanam 100 ribu pohon di berbagai daerah, melibatkan jaringan pemuda agar kegiatan ini tidak hanya menjadi seremonial semata.
Menindaklanjuti semangat kolaborasi yang diusung oleh Sumpah Pemuda, muncul gagasan untuk membentuk ‘Forum Pemuda Koalisi’. Forum ini diharapkan menjadi ruang dialog bagi pemuda dari berbagai latar belakang partai politik untuk berbagi ide dan merumuskan agenda bersama yang bermanfaat.
Dengan kolaborasi yang terjalin, diharapkan dapat tercipta sinergi yang positif antara organisasi pemuda, serta mendorong kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kunjungan ke markas Golkar ini bukan hanya sebuah momen simbolis, tetapi sebuah langkah nyata menuju perubahan yang lebih baik.
➡️ Baca Juga: PLTA Inalum Raih Penghargaan di ENSIA 2026 untuk Praktik Industri Berkelanjutan
➡️ Baca Juga: Faktor Penyebab Jembatan Pongpet Pangandaran Ambruk: Masalah Teknis dan Jumlah Pengguna yang Terabaikan




