Apakah Penting Berlatih di Gym Sebelum Menghadapi Lari Maraton? Ini Faktanya

Keinginan untuk berpartisipasi dalam lari maraton semakin meningkat, bahkan di kalangan individu yang sebelumnya tidak terbiasa mengikuti kompetisi lari. Namun, sebelum menetapkan target jarak yang ingin dicapai, satu pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah penting bagi pelari untuk melakukan rutinitas latihan di gym sebelum menghadapi maraton?
Bagi sebagian orang, cukup berlatih lari saja dianggap sebagai persiapan yang memadai untuk perlombaan. Akan tetapi, banyak yang tidak menyadari bahwa latihan kekuatan atau strength training memiliki peran krusial dalam meningkatkan performa tubuh saat berlari, terutama ketika seseorang bersiap untuk jarak yang lebih panjang.
Latihan kekuatan tidak hanya berfokus pada pembentukan otot, tetapi juga berfungsi untuk memperkuat bagian tubuh yang esensial dalam menjaga stabilitas dan mendukung gerakan berlari. Dengan memperkuat otot-otot ini, pelari dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko cedera.
Ada beberapa kelompok otot yang tidak mendapatkan rangsangan yang optimal melalui aktivitas sehari-hari atau hanya dengan latihan lari. Oleh karena itu, latihan kekuatan menjadi pelengkap yang sangat diperlukan agar tubuh lebih siap menghadapi tekanan selama sesi latihan.
“Strength itu sangat penting, maksudnya dia meng-support olahraga-olahraga kita,” ungkap Coach Valast, Direktur Program Campaign SGIM 2026. Penjelasan ini menekankan bahwa kekuatan otot merupakan fondasi bagi performa yang lebih baik dalam berbagai cabang olahraga, termasuk lari.
Coach Valast juga menyoroti bahwa sejumlah otot kecil memiliki peranan penting dalam mendukung kerja otot yang lebih besar. Jika otot-otot ini tidak dilatih dengan baik, kemampuan tubuh untuk mempertahankan gerakan saat berlari dalam waktu lama bisa terpengaruh secara signifikan.
Dengan demikian, latihan di gym bagi pelari tidak berarti harus terfokus pada pembentukan otot besar layaknya binaragawan. Jenis latihan dan intensitasnya harus disesuaikan dengan kebutuhan spesifik dari olahraga yang dijalani, sehingga pelari dapat mendapatkan manfaat maksimal.
Meskipun latihan kekuatan sangat dianjurkan, calon pelari maraton tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam di gym setiap hari. Sebaliknya, program latihan harus dirancang secara terukur dan menjadi bagian dari keseluruhan rencana persiapan maraton.
Persiapan untuk maraton memerlukan waktu yang cukup panjang, di mana pelari harus membangun stamina secara bertahap agar tubuh siap untuk menempuh jarak yang jauh, seperti puluhan kilometer.
“Misalnya, saya mau melakukan maraton, jika kita melakukan maraton, seminimal itu, mungkin, 3-4 sampai 5 bulan dulu,” jelasnya. Dengan perencanaan yang baik dan latihan yang tepat, pelari dapat mencapai tujuan mereka dengan lebih efektif dan aman.
➡️ Baca Juga: Cara Mendapatkan Uang dari Internet Mengisi Survey Online
➡️ Baca Juga: Kaesang Didoakan KH Nurul Huda saat Mengunjungi Pesantren Al Falah Ploso




