happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bola

Persija Somasi Terbuka ke Akun Instagram Terkait Tuduhan Penggunaan Uang Persib untuk Pemain

Manajemen Persija Jakarta telah mengambil langkah tegas dengan melayangkan somasi terbuka kepada pengelola akun Instagram @murizkky. Tindakan ini muncul sebagai respons atas tuduhan penyebaran informasi palsu yang beredar di media sosial.

Somasi ini diumumkan secara resmi melalui akun Instagram klub pada tanggal 30 September 2026. Langkah hukum ini merupakan upaya Persija untuk melindungi reputasi klub dari tuduhan yang dianggap tidak berdasar.

Tuduhan yang dilayangkan melalui akun tersebut mengklaim bahwa Persija menerima dana dari PT Liga Indonesia Baru (LIB), yang konon merupakan hasil pinjaman dari Persib Bandung untuk mendanai transfer pemain.

“Dengan penuh hormat, kami menyampaikan keberatan terhadap informasi yang dipublikasikan oleh akun @murizkky, yang mengaitkan Persija Jakarta dengan masalah piutang antara Persib Bandung dan PT Liga Indonesia Baru (LIB),” ujar manajemen Persija dalam unggahan resminya.

Pihak Persija menegaskan bahwa tuduhan yang menyatakan mantan Direktur Utama PT LIB, Ferry Paulus, meminjam uang dari Persib untuk disalurkan ke klub mereka adalah pernyataan yang tidak memiliki dasar hukum yang jelas serta tidak didukung oleh bukti dokumen yang sah.

“Pernyataan tersebut menyebut nama Persija Jakarta dan berkaitan dengan tuduhan mengenai transaksi keuangan. Oleh karena itu, kami meminta agar informasi ini dapat dijelaskan berdasarkan fakta dan sumber yang terpercaya. Hingga saat ini, Persija Jakarta belum menerima bukti atau dokumen yang mendukung kebenaran dari informasi tersebut,” tegas pernyataan klub.

Melalui somasi terbuka ini, Persija Jakarta meminta kepada pemilik akun @murizkky untuk segera memberikan klarifikasi yang transparan, melampirkan bukti autentik yang berkaitan dengan tuduhannya, menghapus unggahan yang dianggap hoaks tersebut, dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di platform media sosial.

    ➡️ Baca Juga: Kental Manis Bukan Susu: Pentingnya Edukasi Konsumsi yang Tepat untuk Masyarakat

    ➡️ Baca Juga: Indonesia Desak PBB Lakukan Investigasi Menyeluruh Terkait Tewasnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

    Related Articles

    Back to top button