www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

www.happy.com.tr

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

ojs.unsiq.ac.id

depo 10k depo 10k
berita

Fenomena Dentuman Misterius di Bandung Setelah Erupsi Anak Krakatau: Analisis Acoustic Shadow Zone oleh Pakar ITB

Pakar vulkanologi dari ITB, Mirzam Abdurrachman, mengemukakan bahwa fenomena atmosfer yang dikenal sebagai acoustic shadow zone (zona bayangan suara) merupakan hipotesis ilmiah yang paling mungkin untuk menjelaskan misteri dentuman misterius yang terdengar di Bandung Raya setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.

Menurut dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB ini, mekanisme zona bayangan suara dapat menjelaskan secara teknis mengapa gelombang suara dari erupsi tidak dapat didengar dengan jelas di daerah pesisir yang berdekatan dengan kawah Selat Sunda. Sebaliknya, gelombang suara tersebut justru memantul dan terdengar lebih kuat di daerah pegunungan di Jawa Barat, meskipun jaraknya mencapai ratusan kilometer.

Mirzam menjelaskan bahwa perbedaan suhu, serta arah dan kecepatan angin pada ketinggian tertentu dapat menyebabkan gelombang suara mengalami pembiasan ke atas (upward refraction). Akibatnya, gelombang suara dapat melewati zona bayangan sebelum akhirnya dibelokkan kembali ke permukaan tanah di lokasi yang jauh.

“Sebagian dari energi suara yang bergerak di atas zona bayangan dapat mengalami scattering atau penyebaran akibat turbulensi atmosfer. Dalam kondisi tertentu, gelombang tersebut juga dapat mengalami difraksi, sehingga sebagian energinya dapat kembali mencapai permukaan di lokasi yang lebih jauh,” ungkap Mirzam.

Meskipun demikian, Mirzam menegaskan bahwa munculnya erupsi Anak Krakatau dan suara dentuman yang terjadi dalam waktu dekat belum cukup untuk dijadikan bukti final mengenai hubungan sebab-akibat, tanpa adanya data saintifik yang mendukung.

“Belum ada kepastian. Kita perlu kajian lebih mendalam untuk memastikan sumber dari dentuman tersebut. Oleh karena itu, fenomena ini masih menjadi pertanyaan yang menarik, bukan sebuah kesimpulan. Penelitian lebih lanjut tentu sangat diperlukan,” tambahnya.

Pernyataan ini juga menjembatani perdebatan antara Badan Geologi, yang meyakini adanya keterkaitan dentuman dengan erupsi lava fountain dari Krakatau, dan BMKG yang menyatakan tidak terdapat rekaman aktivitas seismik lokal di Bandung Raya. BMKG juga mencatat tidak adanya angin yang mengarah ke timur yang mendukung terjadinya fenomena tersebut.

Untuk membuktikan adanya korelasi tersebut, Mirzam menyatakan bahwa tim peneliti perlu mencocokkan jeda waktu kedatangan gelombang suara, karakteristik sinyal, topografi wilayah, serta dinamika atmosfer di bagian barat Jawa.

Menyangkut tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berada di Level III (Siaga), dia juga mengimbau masyarakat agar tidak panik, meningkatkan literasi tentang bencana, serta mematuhi batas aman dengan menjaga jarak minimal 3 kilometer dari kawah yang aktif.

    ➡️ Baca Juga: Minecraft Java Edition Diperbarui Resmi! Peningkatan Stabilitas Game Terjamin

    ➡️ Baca Juga: IHSG Menguat Pagi Ini, Sektor Tertentu Menjadi Penopang Utama Saham

    Related Articles

    Back to top button