Dampak Menyimpan Helm di Bagasi Motor Terhadap Kualitas dan Keamanannya

Bagasi di bawah jok sepeda motor, terutama pada jenis skuter, merupakan fitur yang sangat memudahkan pemiliknya dalam kegiatan sehari-hari. Fasilitas ini tidak hanya memungkinkan penyimpanan barang bawaan, tetapi juga sering kali cukup luas untuk menyimpan helm full face.
Namun, penting untuk tidak sembarangan menyimpan helm ke dalam bagasi setelah digunakan. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan, terutama terkait dengan kelembapan, sirkulasi udara, dan suhu.
Produsen helm terkenal asal Jepang, Shoei, dalam panduan keselamatannya merekomendasikan agar bagian dalam helm yang basah segera dikeringkan menggunakan kain kering atau dibiarkan di tempat teduh dengan ventilasi yang baik. Artinya, helm yang masih lembap seharusnya tidak langsung dimasukkan ke dalam ruang tertutup.
Kelembapan tersebut bisa berasal dari keringat pengguna maupun air hujan. Jika helm baru saja digunakan dan bagian dalamnya masih basah, langkah terbaik adalah mengangin-anginkannya terlebih dahulu untuk mengurangi kelembapan sebelum helm disimpan kembali.
Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah suhu di dalam bagasi. Shoei mengingatkan agar helm tidak dibiarkan di tempat yang suhunya tinggi atau terkena paparan panas berlebihan, termasuk pada lingkungan dengan suhu melebihi 50 derajat Celsius. Paparan panas yang berlebihan dapat merusak cangkang helm serta lapisan penyerap benturan.
Oleh karena itu, menyimpan helm di bawah jok motor bukanlah larangan, namun sebaiknya dihindari meninggalkan helm di dalam bagasi untuk waktu lama saat motor terpapar sinar matahari langsung, terutama jika kondisi di dalam bagasi menjadi sangat panas.
Pemilik sepeda motor juga sebaiknya tidak memaksakan helm masuk ke dalam bagasi jika ruang penyimpanan terlalu sempit. Jika helm harus ditekan atau tertekan oleh barang lain, hal ini berpotensi menyebabkan kerusakan pada bagian helm tertentu.
Shoei juga mengingatkan agar pengguna memperlakukan helm dengan hati-hati dan tidak melakukan tindakan yang berisiko, seperti melempar atau duduk di atas helm. Produsen ini menjelaskan bahwa lapisan penyerap benturan pada helm sangat sensitif terhadap paparan panas.
Dengan demikian, menyimpan helm di bagasi sepeda motor diperbolehkan, terutama saat meninggalkan kendaraan. Namun, setelah berkendara, sebaiknya helm diberi waktu untuk mengering, terutama jika bagian dalamnya basah akibat keringat atau hujan.
➡️ Baca Juga: Pendaftar Maba Unismuh Naik, Promosi Digital Diperkuat
➡️ Baca Juga: Wartawan Berkontribusi dalam Kebahagiaan Anak Yatim dengan Cara Inovatif




