happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

kpkgg
bola

9 Momen Ketegangan Cristiano Ronaldo dengan Pelatih, Dari Ferguson Hingga Jorge Jesus

Cristiano Ronaldo baru-baru ini mengambil keputusan mengejutkan dengan meninggalkan pemusatan latihan Timnas Portugal di Kopenhagen pada akhir September 2026.

Keputusan ini mencuat di tengah spekulasi mengenai adanya ketegangan antara CR7 dan pelatih Portugal, Jorge Jesus.

Situasi ini menambah panjang daftar insiden di mana Ronaldo menunjukkan ketidakpuasan terhadap pilihan pelatih maupun manajemen klub sepanjang kariernya yang gemerlap.

Nama-nama pelatih seperti Sir Alex Ferguson, Jose Mourinho, Ralf Rangnick, Erik ten Hag, Fernando Santos, hingga Jorge Jesus, sering kali berhubungan dengan momen-momen kontroversial yang melibatkan Ronaldo.

Berikut adalah sembilan momen ketegangan Cristiano Ronaldo dengan pelatih dan klub yang menyoroti perjalanan kariernya.

1. Ronaldo Dukung Pernyataan “Perbudakan Modern” saat Ditahan Manchester United

Pada musim panas 2008, Cristiano Ronaldo berhasrat untuk meninggalkan Manchester United demi bergabung dengan Real Madrid setelah lima tahun berkarier di Old Trafford.

Namun, pihak Manchester United di bawah kepemimpinan Sir Alex Ferguson menolak untuk melepas bintang asal Portugal tersebut.

Akibatnya, Ronaldo tetap berseragam Manchester United selama satu musim tambahan.

Barulah pada musim panas 2009, CR7 pindah ke Real Madrid dengan biaya transfer yang mencengangkan, yakni 80 juta poundsterling, yang saat itu menjadi rekor dunia.

2. Tinggalkan Lapangan sebelum Pergantian Pemain Selesai

Ronaldo kembali menjadi sorotan saat Manchester United bertemu Sunderland pada 6 Desember 2008.

Ia mengejutkan banyak pihak dengan meninggalkan lapangan dan langsung menuju terowongan, meskipun pertandingan masih berlangsung.

Akibat tindakan tersebut, Manchester United terpaksa bermain dengan 10 orang karena staf pelatih belum menyiapkan pengganti.

Sir Alex Ferguson menjelaskan bahwa Ronaldo mengalami masalah pada pinggul yang memerlukan penanganan segera.

3. Geleng-geleng Kepala setelah Diganti Sir Alex Ferguson

Ketidakpuasan Ronaldo terhadap keputusan Ferguson juga terlihat dalam pertandingan Derby Manchester pada 10 Mei 2009.

Sebelumnya, CR7 berhasil mencetak gol pembuka melalui tendangan bebas dalam kemenangan 2-0 Manchester United atas Manchester City.

Namun, Ferguson menarik Ronaldo keluar pada menit ke-60 dan memasukkan Paul Scholes untuk memperkuat lini tengah.

Ronaldo terlihat tidak senang dan beberapa kali menggelengkan kepala saat duduk di bangku cadangan, menandakan ketidakpuasannya.

4. Mengaku Tidak Bahagia di Real Madrid

Tiga tahun setelah bergabung dengan Real Madrid, Ronaldo kembali membuat publik bertanya-tanya mengenai masa depannya.

Ia mengungkapkan ketidakbahagiaan yang dirasakannya di klub, meskipun ia telah mencapai banyak kesuksesan di sana.

Pernyataan ini mengejutkan banyak pihak, terutama mengingat prestasi luar biasa yang diraihnya selama di Madrid.

Ketidakpuasan ini juga menambah cerita mengenai kompleksitas hubungan Ronaldo dengan manajemen klub.

5. Ketegangan dengan Jose Mourinho

Kedatangan Jose Mourinho sebagai pelatih Real Madrid pada 2010 menjadi salah satu babak baru dalam karier Ronaldo.

Meskipun keduanya memiliki hubungan yang kuat di awal, ketegangan mulai muncul seiring dengan waktu.

Mourinho sering kali mengkritik performa tim dan individu, termasuk Ronaldo, yang kadang membuat sang bintang merasa tersudut.

Bahkan, ada momen di mana mereka berdua terlibat dalam pertengkaran publik yang menyita perhatian media.

6. Perbedaan Pendapat dengan Ralf Rangnick

Setelah kembali ke Manchester United pada 2021, Ronaldo harus beradaptasi dengan pelatih baru, Ralf Rangnick.

Namun, hubungan mereka tidak berjalan mulus, terutama saat Rangnick menerapkan filosofi permainan yang berbeda.

Ronaldo sering kali merasa tidak sejalan dengan strategi yang dijalankan, yang berujung pada ketegangan antara keduanya.

Momen-momen ini memperlihatkan bagaimana Ronaldo mengedepankan pendapatnya atas keputusan manajemen.

7. Ketidaksenangan terhadap Erik ten Hag

Saat Erik ten Hag menjabat sebagai pelatih Manchester United, Ronaldo kembali terlibat dalam situasi yang penuh ketegangan.

Ten Hag sering membuat keputusan yang tidak menguntungkan bagi Ronaldo, termasuk penempatan sang superstar di bangku cadangan.

Hal ini membuat Ronaldo merasa frustrasi dan mengungkapkan ketidakpuasan melalui berbagai cara, termasuk wawancara dan perilaku di lapangan.

Ketegangan ini menambah lapisan konflik antara pemain bintang dan pelatih.

8. Konfrontasi dengan Fernando Santos

Ketika masih membela Timnas Portugal, Ronaldo juga menghadapi ketegangan dengan pelatih Fernando Santos.

Setelah beberapa keputusan yang merugikan, seperti tidak dimainkan dalam pertandingan penting, Ronaldo menunjukkan ketidakpuasan yang jelas.

Konfrontasi ini menciptakan situasi yang sulit, terutama saat Portugal menghadapi tekanan di turnamen besar.

Ronaldo merasa bahwa kontribusinya seharusnya lebih dihargai oleh pelatih.

9. Situasi Terakhir dengan Jorge Jesus

Ketegangan terbaru yang dialami Ronaldo adalah dengan Jorge Jesus, pelatih Timnas Portugal saat ini.

Kondisi ini mencuat saat Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan, yang menimbulkan spekulasi dan kritik dari berbagai pihak.

Momen ini menjadi penutup dari serangkaian ketegangan yang dialaminya dengan pelatih di berbagai klub dan timnas.

Ketidakpuasan yang ditunjukkan Ronaldo selama bertahun-tahun menciptakan gambaran kompleks mengenai perjalanan kariernya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola.

    ➡️ Baca Juga: Penjualan Motor Meningkat 2,16 Persen, Ekspor Komponen Tumbuh 28,87 Persen

    ➡️ Baca Juga: Fakta dan Spesifikasi Rudal Sejjil Iran dalam Kemampuannya Menyerang Israel

    Related Articles

    Back to top button