Dorong UMKM Indonesia Naik Kelas dan Menembus Pasar Global Melalui KKI 2026

Jakarta – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan yang sangat vital dalam perekonomian Indonesia. Dengan sekitar 64 juta pelaku usaha, sektor ini menyerap 97 persen tenaga kerja dan memberikan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Peran penting ini menjadikan penguatan UMKM sebagai aspek krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Namun, untuk memperkuat UMKM, peningkatan produksi saja tidaklah cukup. Para pelaku usaha membutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari penguatan kapasitas, akses terhadap pembiayaan, pemanfaatan teknologi digital, hingga perluasan pasar. Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk mendorong hal ini melalui program Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.
KKI 2026 merupakan gelaran yang ke-11 dan akan berlangsung pada 20-23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Mengusung tema ‘Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing’, KKI tahun ini terinspirasi dari semangat ‘Beudaya Meusare Sare’ yang berasal dari Aceh, yang berarti ‘Berdaya, Bersama-sama’.
Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa semangat ini mencerminkan arah pengembangan UMKM untuk menghadapi berbagai tantangan serta meningkatkan daya saing.
“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci: Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit mencerminkan semangat pemulihan untuk UMKM yang menghadapi tantangan, baik dari aspek ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses terhadap pembiayaan yang berkelanjutan. Sedangkan Berdaya Saing ditunjukkan melalui inovasi produk serta perluasan akses pasar, baik domestik maupun ekspor,” ungkap Destry Damayanti dalam acara pembukaan KKI 2026 di JICC Senayan, Jakarta, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Tiga pilar ini kemudian diterjemahkan oleh BI melalui strategi pengembangan UMKM yang mencakup pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan, serta peningkatan literasi ekonomi dan keuangan. Melalui pendekatan ini, pengembangan UMKM tidak hanya fokus pada peningkatan kemampuan produksi, tetapi juga diarahkan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
Salah satu langkah penting dalam KKI 2026 adalah pertemuan antara UMKM dan berbagai pihak yang dapat menjadi pengungkit pertumbuhan usaha. Kegiatan business matching ini menghubungkan pelaku UMKM dengan buyer, agregator, investor, perbankan, dan lembaga pembiayaan.
Dengan adanya kegiatan-kegiatan ini, UMKM diharapkan dapat menemukan peluang baru untuk mengembangkan usaha mereka dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Strategi lain yang diimplementasikan adalah pelatihan dan pendampingan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam berbisnis. Ini termasuk pelatihan tentang manajemen keuangan, pemasaran digital, dan inovasi produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Seiring dengan perkembangan teknologi, pemanfaatan platform digital menjadi sangat penting bagi UMKM untuk tetap bersaing. Dengan mengadopsi teknologi digital, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan efisiensi operasional mereka.
Oleh karena itu, BI juga mendorong UMKM untuk memanfaatkan teknologi digital dalam proses bisnis mereka. Ini termasuk penggunaan e-commerce, media sosial, dan aplikasi bisnis yang dapat membantu mereka dalam pemasaran dan penjualan produk.
Dalam konteks pasar global, UMKM Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing. Namun, untuk mencapai hal tersebut, mereka perlu mendapatkan dukungan yang memadai dari berbagai pihak. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, lembaga keuangan, dan sektor swasta, UMKM dapat lebih mudah mengakses pasar internasional.
Menyongsong KKI 2026, penting bagi UMKM untuk mempersiapkan diri dengan baik. Mereka perlu mengidentifikasi produk unggulan yang dapat diekspor dan memahami kebutuhan pasar luar negeri. Selain itu, perbaikan dalam aspek kualitas produk juga harus menjadi perhatian utama.
KKI 2026 diharapkan bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga sebagai platform yang mampu menciptakan kesempatan bagi UMKM untuk berkembang dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global. Dengan dukungan yang tepat, UMKM Indonesia dapat naik kelas dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian negara.
Dengan semua inisiatif ini, harapan untuk melihat UMKM Indonesia yang lebih kuat dan berdaya saing semakin mendekati kenyataan. Melalui sinergi yang terjalin, diharapkan UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
➡️ Baca Juga: 7 Minuman Efektif untuk Menekan Nafsu Makan dan Menurunkan Berat Badan dengan Cepat
➡️ Baca Juga: Program Pengembangan Sumber Daya Alam Indonesia Berbasis Teknologi




