Prabowo Menawarkan Diri Sebagai Mediator Iran-AS, Respons Dubes Iran yang Menarik

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyatakan bahwa dia menyambut baik inisiatif pemerintah Indonesia untuk bertindak sebagai mediator dalam hubungan antara Iran dan Amerika Serikat. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada tindakan konkret yang diambil terkait hal tersebut.
Boroujerdi menjelaskan bahwa meskipun kedua negara memiliki kesempatan untuk melakukan komunikasi, dia tidak dapat memberikan kepastian mengenai kemungkinan mediasi saat ini.
“Sampai saat ini, kami belum melihat langkah konkret yang diambil, dan kami belum dapat menentukan apakah mediasi ini akan berpengaruh atau tidak,” ungkap Dubes Boroujerdi dalam konferensi pers yang diadakan di Jakarta pada hari Senin, 2 Maret 2026.
“Jika Iran dan Indonesia berkeinginan untuk berinteraksi dan melakukan komunikasi secara lebih mendalam mengenai situasi terkini di Iran, hal ini tentu saja memungkinkan. Namun, mengenai apakah mediasi ini dapat memberikan hasil yang nyata atau tidak, saya tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut,” tambahnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengumumkan pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, bahwa Indonesia siap untuk memfasilitasi dialog guna menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.
“Dengan persetujuan dari kedua belah pihak, Presiden Indonesia siap untuk melakukan perjalanan ke Tehran demi menjalankan peran sebagai mediator,” tambah pernyataan resmi tersebut.
Perlu diketahui, Amerika Serikat dan Israel baru-baru ini melancarkan serangan gabungan terhadap Iran, yang merupakan aksi kedua mereka setelah serangan pertama yang terjadi pada bulan Juni 2025.
Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa operasi militer besar-besaran yang dilancarkan oleh pasukan Amerika di Iran bertujuan untuk melindungi warganya dari ancaman yang dituduhkan berkaitan dengan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.
Menurut laporan dari Bulan Sabit Merah Iran pada hari Senin, jumlah korban tewas akibat serangan udara yang dilakukan oleh AS dan Israel sejak tanggal 28 Februari telah meningkat menjadi 555 orang.
Dalam pernyataan yang dikutip oleh Kantor Berita Fars, disebutkan bahwa serangan gabungan tersebut telah menargetkan 131 kawasan permukiman di seluruh Iran. Pernyataan ini mengonfirmasi jumlah korban jiwa, namun tidak memberikan rincian mengenai jumlah korban yang terluka.
➡️ Baca Juga: Bima Arya: Lucky Hakim Tak Konsentrasi, Aturan ke Luar Negeri
➡️ Baca Juga: Trik Hemat Kuota: Aktifkan ‘Data Saver’ Tersembunyi di Android 14 & Kurangi Penggunaan Hingga 30%




