Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu part4

5 cara turun kan wild mahjong ways banjir runtuhan tanpa putus part4

Strategi mahjong ways agar selalu gacor saat jam ramai menurut mbg

Cara jebol maxwin gates of olympus dengan pola terbaru dari pendemo mbg

PGSoft berikan bagi-bagi bonus jade treasure adventure dengan sensasi baru

Mahjong Ways tawarkan bagi-bagi bonus dragon pearl prosperity dengan sensasi premium

Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus zeus fortress dengan hadiah spesial

Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus zeus glory path dengan bonus menarik

Pragmatic Play berikan bagi-bagi bonus dragon crown fortune dengan peluang menarik

Mahjong Ways berikan bagi-bagi bonus dragon wealth festival dengan hadiah premium

Slot online kekinian hadirkan bonus burst event dengan algoritma cerdas

Slot online tawarkan bagi-bagi bonus festival harta berkilau dengan sensasi modern

Gates of Olympus hadirkan bagi-bagi bonus zeus majesty dengan nilai fantastis

Habanero hadirkan bagi-bagi bonus dragon power dengan kejutan maksimal

Algoritma dan mahjong ways menjadi dua topik yang sering bertemu di ruang forum diskusi online paling akurat

PGSoft hadirkan bagi-bagi bonus star wealth celebration dengan hadiah beruntun

journals.unisba.ac.id

journals.unisba.ac.id

journals.unisba.ac.id

journals.unisba.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unipasby.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

jurnal.unimor.ac.id

depo 10k depo 10k
berita

KPK Memanggil Plt Bupati Rejang Lebong dalam Kasus Suap Fikri Thobari

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memanggil Hendri, yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Rejang Lebong, untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan suap yang melibatkan Bupati Rejang Lebong nonaktif, Muhammad Fikri Thobari.

Hendri dipanggil sebagai saksi dalam proses penyidikan mengenai kasus suap tersebut. Kegiatan pemeriksaan ini dilakukan di Kantor Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu, di mana Hendri berperan sebagai Plt. Bupati Rejang Lebong atau juga sebagai Wakil Bupati.

Dalam pernyataannya, Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa Hendri bukan satu-satunya yang dipanggil. KPK juga mengundang beberapa saksi lainnya, termasuk YAS, seorang ibu rumah tangga, serta BD, AA, RP, MAP, RA, dan AY yang berasal dari kalangan swasta.

Selain itu, KPK telah memanggil ZE, yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rejang Lebong, serta RN, yang merupakan Kepala Subbagian Umum Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Rejang Lebong, untuk memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus ini.

ZE diketahui adalah Zakaria Efendi, yang memegang jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Rejang Lebong, dan kehadirannya diharapkan dapat membantu memperjelas situasi yang sedang diselidiki oleh KPK.

Sebelumnya, pada 9 Maret 2026, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Muhammad Fikri Thobari, Hendri, serta sebelas orang lainnya terkait dugaan suap yang melibatkan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

Setelah penangkapan, pada 10 Maret 2026, KPK membawa para tersangka, termasuk bupati dan wakil bupati, ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pada hari yang sama, KPK juga mengumumkan Muhammad Fikri Thobari sebagai salah satu dari lima tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi ini.

KPK kemudian merilis identitas para tersangka pada 11 Maret 2026. Mereka termasuk Muhammad Fikri Thobari (MFT), Hary Eko Purnomo (HEP) selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Rejang Lebong, serta tiga individu dari perusahaan swasta, yaitu Irsyad Satria Budiman (IRS) dari PT Statika Mitra Sarana, Edi Manggala (EDM) dari CV Manggala Utama, dan Youki Yusdiantoro (YK) dari CV Alpagker Abadi.

Kelima tersangka ini diduga terlibat dalam praktik suap terkait proyek yang dikelola di Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk tahun anggaran 2025–2026, menunjukkan adanya jaringan korupsi yang lebih luas dalam pengelolaan anggaran daerah.

KPK menduga bahwa Muhammad Fikri Thobari meminta uang imbalan proyek berkisar antara 10–15 persen dari tiga pihak swasta yang terlibat. Uang tersebut diduga diperuntukkan bagi kepentingan tertentu, termasuk rencana pembagian tunjangan hari raya (THR), yang semakin memperburuk citra pemerintahan lokal di Rejang Lebong.

Kehadiran Plt Bupati Hendri dalam pemeriksaan ini menunjukkan keseriusan KPK dalam menuntaskan kasus suap yang mencoreng nama baik pemerintah daerah. Proses hukum yang sedang berlangsung diharapkan dapat memberikan keadilan dan menegakkan hukum secara tegas terhadap praktik korupsi yang merugikan masyarakat.

    ➡️ Baca Juga: Evaluasi Lini Pertahanan Tim Unggulan dalam Berita Olahraga Terkini yang Perlu Anda Ketahui

    ➡️ Baca Juga: Habib Jafar Mengenang Kebaikan Vidi Aldiano yang Meninggal di Bulan Ramadhan

    Related Articles

    Back to top button