Komandan Iran Mengungkap Senjata Rahasia yang Menjatuhkan Jet Tempur F-15 AS

Iran pada hari Jumat mengklaim telah berhasil menjatuhkan sebuah pesawat tempur Amerika Serikat, dengan merilis foto puing-puing dari jet F-15E. Sementara itu, pihak AS dilaporkan tengah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan untuk mencari awak pesawat yang hingga kini masih belum ditemukan.
Jika konfirmasi mengenai insiden jatuhnya F-15E ini terjadi, maka ini akan menjadi yang pertama kalinya sebuah jet tempur AS jatuh dalam pertempuran di tengah konflik dengan Iran sejak dimulainya Operasi Epic Fury pada 28 Februari.
Awalnya, angkatan bersenjata Iran mengklaim bahwa pesawat yang ditembak jatuh adalah F-35, yang diduga diintersepsi oleh sistem pertahanan udara Korps Garda Revolusi Islam. Namun, analisis gambar dari lokasi insiden menunjukkan bahwa puing-puing yang ditemukan adalah milik F-15E, yang memiliki ciri khas yang dapat diidentifikasi sebagai pesawat yang ditugaskan ke Skuadron Tempur ke-494 di RAF Lakenheath, Inggris, menurut informasi dari situs militer TWZ.com.
Unit penerbangan tersebut sebelumnya telah dikerahkan di bawah Komando Pusat AS untuk mendukung Operasi Epic Fury. Dalam hal ini, jika pesawat yang terlibat memang merupakan F-15E dengan konfigurasi dua kursi, berarti ada dua awak yang berada di dalamnya. Beberapa pejabat AS menyatakan kepada media bahwa salah satu dari awak tersebut telah berhasil diselamatkan, sementara yang lainnya masih hilang.
Insiden jatuhnya jet tempur AS ini menggarisbawahi tantangan yang semakin kompleks yang dihadapi oleh pemerintahan Trump, yang kini memasuki bulan kedua konflik. Trump sebelumnya menyatakan bahwa kampanye militer AS telah mencapai kesuksesan melalui serangan udara yang intensif, sambil mengklaim bahwa Iran tidak memiliki kemampuan untuk melawan. Namun, insiden ini menunjukkan bahwa Iran masih memiliki potensi militer yang cukup untuk menyebabkan kerusakan signifikan terhadap kekuatan militer AS dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan Trump di minggu ini menyebutkan, “Mereka tidak memiliki peralatan anti-pesawat.” Ia juga mengklaim bahwa radar Iran telah hancur total dan menegaskan bahwa kekuatan militer AS tidak dapat dihentikan. Namun, seorang pejabat AS dan sumber yang akrab dengan situasi ini menyebutkan bahwa sekitar setengah dari peluncur rudal balistik Iran masih dalam keadaan utuh, dan jumlah drone serang satu arah yang tersisa masih mencapai ribuan.
Lebih lanjut, terdapat laporan bahwa beberapa tumpukan rudal yang tersembunyi di bawah tanah di Iran tetap tidak terpengaruh. Sumber tersebut menambahkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal ke kapal-kapal yang beroperasi di perairan kawasan tersebut, menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan militer, Iran tetap mempertahankan kekuatan yang signifikan.
➡️ Baca Juga: Ban Kempes Massal di Monas, Dampak Mobil Listrik, dan Bandung Macet 58 Persen
➡️ Baca Juga: Indomaret Fresh Tak Bisa Pastikan Kapan Jersey Timnas Indonesia Di-restock




