Menlu Iran Menyatakan Mojtaba Khamenei Mengalami Luka Parah, Situasi Terkendalikan

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan tanggapan tegas terhadap pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, yang mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengalami cedera serius dan berpotensi cacat. Araghchi menegaskan bahwa “tidak ada masalah” yang dihadapi oleh pemimpin tertinggi negara tersebut.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Sabtu, Araghchi menyatakan, “Dia telah menyampaikan pesannya kemarin dan akan melanjutkan tugasnya. Dia menjalankan fungsinya sesuai konstitusi dan akan terus melakukannya.” Pernyataan ini menunjukkan komitmen Khamenei untuk tetap memimpin meskipun ada spekulasi yang beredar.
Araghchi juga menyoroti bahwa Republik Islam Iran telah memiliki sistem yang mapan dan tidak bergantung pada satu individu semata. Ia menegaskan bahwa kehilangan siapa pun dalam sistem ini dapat dikelola dengan baik. “Situasi terkendali,” tambahnya, memberikan jaminan kepada publik bahwa negara tetap stabil.
Selain itu, mantan Presiden AS, Donald Trump, juga mengklaim bahwa Mojtaba Khamenei telah meninggal dunia, meskipun tidak menjelaskan sumber informasi tersebut. Ia menyatakan, “Jika dia masih hidup, dia harus mengambil langkah yang sangat cerdas untuk negaranya, yaitu menyerah,” dalam wawancara dengan NBC News.
Pada hari Jumat, 13 Maret 2026, Hegseth mengklaim bahwa pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, mengalami luka serius dan mungkin mengalami cacat wajah akibat serangan gabungan dari AS dan Israel dalam beberapa waktu terakhir.
Setelah hampir dua minggu serangan tersebut, AS mulai meragukan kemampuan Khamenei untuk memimpin. Sejak diangkat oleh majelis ulama, Khamenei belum muncul di depan publik, dan pernyataan pertamanya hanya disiarkan melalui seorang presenter televisi pada hari Kamis lalu.
Dalam pernyataan itu, Khamenei menegaskan komitmennya untuk menjaga Selat Hormuz tetap tertutup dan meminta negara-negara tetangga untuk menutup pangkalan militer AS di wilayah mereka, atau mereka akan berisiko menjadi target serangan Iran.
Seorang pejabat Iran mengonfirmasi pada hari Rabu bahwa Mojtaba Khamenei mengalami luka ringan, tetapi tetap melanjutkan tugasnya. Televisi pemerintah bahkan menggambarkan Khamenei sebagai korban dalam konteks konflik bersenjata.
Hegseth, pada konferensi persnya, menyatakan, “Kami tahu bahwa pemimpin yang sering disebut tidak begitu tinggi itu terluka dan mungkin mengalami cacat wajah. Dia mengeluarkan pernyataan kemarin. Namun, pernyataannya tampak lemah, dan tidak ada suara atau video yang menyertainya. Itu hanya pernyataan tertulis.”
Dengan pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan ini, situasi di Iran tampak semakin rumit, dan perhatian dunia internasional tertuju pada perkembangan lebih lanjut mengenai kondisi Mojtaba Khamenei dan stabilitas pemerintahan Iran.
➡️ Baca Juga: Skandal Akademis: Apa yang Terjadi di Balik Layar?
➡️ Baca Juga: Berbeda dengan AS, Nama Dubes RI di China Justru Bertahan 7 Tahun




