Israel Tunjukkan Kekuatan yang Meningkat Pasca Perang Melawan Iran

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengadakan konferensi pers pada tanggal 12 Maret, di mana ia menyatakan bahwa negara yang dipimpinnya kini berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya setelah konflik yang berkepanjangan dengan Iran. Ia menjelaskan bahwa pertempuran yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat melawan Iran telah memberikan dampak yang signifikan terhadap kekuatan militer dan strategis Israel.
Netanyahu mengklaim bahwa Iran telah menerima pukulan berat setelah hampir dua minggu serangan bersama dari Israel dan AS. Serangan ini juga berdampak besar pada kekuatan pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dan milisi Basij, yang merupakan komponen kunci dalam struktur pertahanan Iran.
“Iran kini tidak lagi sama,” jelas Netanyahu, sebagaimana dilaporkan oleh berbagai sumber media internasional pada 13 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa serangan yang dimulai pada 28 Februari lalu telah berhasil menggagalkan upaya Iran untuk memindahkan program nuklir dan rudal balistiknya ke lokasi-lokasi yang lebih aman di bawah tanah.
Ketika ditanya mengenai nasib pemimpin tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, serta pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, Netanyahu tegas menyatakan bahwa ia tidak akan memberikan jaminan keamanan untuk kedua tokoh tersebut.
Netanyahu melabeli Khamenei sebagai ’boneka’ dari Garda Revolusi yang tidak mampu tampil di hadapan publik, karena sang pemimpin hanya menyampaikan pernyataan melalui siaran televisi yang dibacakan oleh pembawa berita.
Dalam kesempatan itu, Netanyahu juga menyampaikan pesan kepada warga Iran yang pernah melakukan protes terhadap pemerintah mereka, termasuk demonstrasi yang berlangsung pada Januari lalu.
“Kami mendukung kalian. Namun, pada akhirnya, keputusan ada di tangan kalian,” tuturnya.
Pernyataan ini sejalan dengan sikap Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang secara konsisten mendorong rakyat Iran untuk bangkit dan menggulingkan pemerintah mereka, dengan menyatakan bahwa kebebasan mereka semakin mendekat.
Netanyahu juga menyampaikan bahwa konflik dengan Iran telah membuka peluang bagi Israel untuk membangun aliansi baru di kawasan Timur Tengah.
“Hal semacam ini mungkin sulit dicapai di masa lalu, tetapi sekarang kami berusaha sekuat tenaga untuk mewujudkannya,” ujarnya.
Di sisi lain, Iran merespons dengan meluncurkan serangan drone dan rudal ke beberapa negara di Teluk, yang memaksa beberapa terminal minyak untuk menghentikan operasional mereka. Serangan ini menciptakan suasana ketidakpastian di kawasan yang sebelumnya dianggap aman.
Iran membela aksinya dengan menyatakan bahwa target mereka hanya aset-aset Amerika Serikat di wilayah tersebut. Namun, negara-negara tetangga menilai bahwa tindakan ini telah merusak kepercayaan yang telah dibangun sebelumnya.
➡️ Baca Juga: Review Aplikasi Fintech Pinjaman Online yang Paling Aman dan Terpercaya
➡️ Baca Juga: THR ASN Senilai Rp 3,1 Triliun Akan Tersalur Rampung Pekan Depan




