Bursa Asia Tertekan Akibat Lonjakan Drastis Harga Minyak Dunia

Bursa Asia-Pasifik mengalami penurunan signifikan pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin, 9 Maret 2026. Penurunan ini dipimpin oleh indeks utama dari Korea Selatan dan Jepang, yang tertekan akibat aksi jual yang meluas seiring dengan melonjaknya harga minyak dunia ke angka US$100 per barel, tingkat yang belum pernah terlihat sejak tahun 2022.
Kenaikan harga minyak ini terjadi setelah sejumlah negara penghasil minyak utama di Timur Tengah, termasuk Kuwait, Iran, dan Uni Emirat Arab, memutuskan untuk mengurangi produksi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap penutupan Selat Hormuz, jalur strategis bagi pengiriman minyak global.
Namun, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim bahwa lonjakan harga ini bersifat sementara dan terjangkau jika dibandingkan dengan risiko yang ditimbulkan oleh ancaman nuklir Iran.
Trump menyatakan, “Hanya orang bodoh yang berpikir sebaliknya,” melalui platform media sosialnya, Social Truth, sebagaimana dilansir oleh CNBC Internasional pada hari yang sama.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate dari AS mengalami lonjakan hampir 17,7 persen, mencapai US$107,02 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent juga mencatat peningkatan signifikan sebesar 16,1 persen, menjadi US$107,61 per barel.
Indeks Nikkei 225 Jepang mengalami penurunan tajam sekitar 6,05 persen, jatuh di bawah level 53.000 untuk pertama kalinya sejak 6 Februari 2026. Indeks Topix juga tidak luput dari penurunan, dengan koreksi sebesar 5,27 persen.
Saham Softbank Group Corp menjadi salah satu yang paling tertekan, merosot hampir 10 persen. Saham-saham yang berkaitan dengan industri chip, seperti Advantest dan Lasertec, juga mengalami penurunan lebih dari 10 persen dan 9 persen, masing-masing.
Indeks Kospi Korea Selatan jatuh sekitar 6,5 persen, yang menyebabkan penghentian sementara perdagangan. Penghentian ini sebelumnya juga pernah diberlakukan ketika indeks ini anjlok lebih dari 12 persen pada 4 Maret 2026.
Perusahaan raksasa di Korea Selatan, Samsung Electronics, mengalami kerugian sebesar 8,4 persen. Penurunan yang signifikan juga dialami oleh SK Hynix, yang mencatat penurunan sebesar 9,2 persen.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 mengalami penurunan sebesar 3,68 persen pada awal perdagangan. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga mencatat penurunan, bergerak ke level 25.328 dari sebelumnya di posisi 25.757,29.
➡️ Baca Juga: 8 Laga Panas IBL 2026 Akan Digelar Pekan Ini, Catat Jadwalnya!
➡️ Baca Juga: Pentingnya Literasi Digital Lawan Krisis Informasi




