Iran Serang Pangkalan Militer dan Markas Badan Keamanan Israel secara Terencana

Militer Iran baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah melancarkan serangan terkoordinasi terhadap berbagai pangkalan militer Israel serta markas badan keamanan domestik negara tersebut, Shin Bet.
Dalam pernyataan resmi yang ditayangkan oleh stasiun televisi pemerintah, Angkatan Bersenjata Iran mengidentifikasi pangkalan udara Palmachim dan Ovda yang dikelola oleh rezim Zionis, serta pusat komando Shin Bet, sebagai target dari serangan drone yang diluncurkan oleh mereka.
Menurut laporan yang dipublikasikan oleh Middle East Eye, serangan ini dilakukan dengan menggunakan drone yang dioperasikan oleh militer Iran, menandakan intensitas dan tujuan strategis dari operasi tersebut.
Serangan ini merupakan respons terhadap serangan yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap berbagai sasaran di Iran pada bulan lalu. Iran mencatat bahwa mereka juga telah meluncurkan serangan ke Israel serta pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan tersebut. Selain itu, Iran diketahui melancarkan serangan yang tidak terarah ke beberapa negara tetangga.
Pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, menyatakan bahwa negara tersebut tidak akan mundur dan akan melawan dengan sepenuh kekuatan. Pernyataan ini disampaikan setelah meninggalnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari. Menurutnya, Iran akan membalas kematian mendiang pemimpin spiritual tersebut, serta setiap warga negara yang kehilangan nyawa dalam konflik ini.
Khamenei mengungkapkan, “Saya berkesempatan untuk melihat jasad beliau setelah syahid. Kami tidak akan pernah melupakan tuntutan balas atas darah para syuhada,” seperti yang dilaporkan oleh NDTV.
Serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur energi di Teluk Persia telah menyebabkan lonjakan harga minyak dunia, yang kini menembus angka 100 dolar per barel. Kenaikan harga ini terjadi di tengah berlanjutnya serangan dari Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, tanpa tanda-tanda bahwa konflik ini akan segera mereda.
Iran tampak berupaya memberikan tekanan ekonomi yang signifikan terhadap Amerika Serikat dan Israel, dengan harapan agar kedua negara tersebut menghentikan serangan yang telah memicu bentrokan besar sejak akhir Februari.
Presiden Iran juga menegaskan bahwa serangan-serangan ini akan terus berlanjut hingga Iran mendapatkan jaminan keamanan untuk mencegah serangan di masa depan. Hal ini menunjukkan bahwa upaya gencatan senjata atau deklarasi kemenangan dari pihak Amerika Serikat mungkin tidak akan segera mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
➡️ Baca Juga: Peraturan AI Terbaru: Memahami Dampak dan Implikasinya
➡️ Baca Juga: Ajat Supriatna Sewa Mobil untuk Kunjungan ke Sukabumi




